Hati-hati, Ada Jalan Bergelombang di Tol Layang Japek

Tol Jakarta-Cikampek (Japek) Elevated II resmi dibuka. Saat ini, para pengendara dari arah Jakarta menuju Karawang atau sebaliknya bisa mulai merasakan sensasi melintasi jalur tersebut.

Hati-hati, Ada Jalan Bergelombang di Tol Layang Japek
Ilustrasi/ANTARA FOTO

INILAH, Karawang – Tol Jakarta-Cikampek (Japek) Elevated II resmi dibuka. Saat ini, para pengendara dari arah Jakarta menuju Karawang atau sebaliknya bisa mulai merasakan sensasi melintasi jalur tersebut.

Rahmat Heriansyah, salah seorang ASN di lingkungan Pemkab Purwakarta, mengaku, jalur bebas hambatan baru yang belum lama ini diresmikan itu sudah cukup bagus. Dirinya telah merasakan melintasi jalan tol layang yang panjangnya 38 kilometer tersebut.

Secara umum, kata dia, kondisinya sangat bagus. Jalannya sangat mulus serta rambu-rambu dan lampu penerangnya yang sudah komplit. Namun, masih ada yang perlu diperhatikan secara serius. Yaitu, kondisi jalan bergelombang di fase sambungan.

“Saat kita melintasi fase sambungan, harap berhati-hati. Karena, jalannya bergelombang dan membuat kendaraan berayun secara kencang. Jadi, kalau bisa kurangi kecepatannya,” ujar Rahmat, Senin (16/12/2019).

Karena kondisi itu, Rahmat meminta supaya pengendara yang melintasi jalan layang itu supaya tetap waspada dan berhati-hati. Selain itu, disarankan kecepatan tidak melebihi 100 kilometer per jam. Sebab, jika kecepatan lebih dari 100 kilometer, ayunan kendaraan efek dari gelombang di fase sambungan akan sangat terasa.

Hal senada juga dikatakan Uci Sanusi (34). Menurutnya, adrenalin cukup terpacu di kala melaju di jalur tol layang ini. Tak hanya itu, jalur ini pun membantu mempersingkat waktu tempuh, karena kendaraan kecil seperti yang dikendarainya tak perlu lagi terjebak macet seperti yang biasa terjadi di sekitar Cikarang.  

“Secara keseluruhan kondisi jalan sudah sangat bagus. Bahkan, mulus. Termasuk lampu penerangan dan rambu-rambu juga sudah memadai. Meski demikian, pengemudi tetap harus berhati-hati,” ujarnya singkat. (Asep Mulyana)


Editor : Bsafaat