Hati-hati... Gegara Minim PJU, Sejumlah Ruas Jalan di KBB Ini Kerap Dimanfaatkan Aksi Pembegalan
Minimnya penerangan jalan umum (PJU) sejumlah ruas jalan di KBB dikhawatirkan menjadi pemicu berbagai permasalahan sosial antara lain aksi pembegalan.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Ngamprah - Minimnya penerangan jalan umum (PJU) sejumlah ruas jalan di KBB dikhawatirkan menjadi pemicu berbagai permasalahan sosial antara lain aksi pembegalan.
Salah seorang pengendara ojek online Dian (33) mengaku kerap melintasi wilayah Lembang. Menurutnya, PJU menuju Lembang itu sangat minim. Daerah itu diakuinya salah satu dari sejumlah ruas jalan di KBB yang minim PJU.
Bahkan, akibat minimnya PJU di sejumlah ruas jalan di KBB tersebut membuatnya sempat menjadi korban pembegalan. Hal itu membuatnya trauma untuk menarik penumpang menuju Lembang.
"Saya pernah dibegal, untung yang diambil hanya uang saja dan selamat. Karena tidak mau ambil pusing, saya tidak melapor polisi pada saat itu," katanya kepada wartawan, Kamis 22 September 2022.
Menurutnya, peristiwa serupa juga sempat menimpa rekan seprofesinya. Namun, rekan ojolnya sempat dibegal di kawasan Jalan Raya Padalarang menuju arah rumahnya di Citatah. Jalan itu pun merupakan salah satu dari sejumlah ruas jalan di KBB yang minim PJU.
"Ngeri memang kalau berkendara di kawasan yang gelap, pasalnya bukan hanya rawan kejahatan namun kecelakaan juga bisa terjadi," tuturnya.
Ia berharap, pemerintah bisa memperhatikan penambahan penerangan jalan dikala malam hari. Pasalnya kawasan yang gelap seringkali menjadi tempat kejahatan maupun kecelakaan.
"Saya berharap pemerintah bisa segera membangun PJU yang masif, sehingga kami pengguna jalan bisa aman di jalan," tuturnya.
Sementara itu, Kepala Dishub KBB Lukmanul Hakim mengatakan maraknya kejahatan di tengah minimnya PJU itu membuat Dishub KBB menjadikan penambahan PJU sebagai prioritas dalam pembangunan ke depan.
"Sekarang kita prioritaskan PJU sesuai kemampuan anggaran, pasalnya banyak aduan beberapa ruas jalan yang tidak terlalu terang saat malam hari," katanya.
Menurut data Dishub, pada tahun 2019 jumlah PJU yang ada sebanyak 4.792, tahun 2020 sebanyak 5.044, 2021 sebanyak 5.164, tahun 2022 sebanyak 5.458.
"Kalau untuk tahun 2023 ditargetkan PJU tersebut mencapai 9.794 buah," tuturnya.
Untuk membangun PJL masih belum menjadi prioritas lantaran terkendala oleh dana. Sehingga sebagai prioritas penambahan penerangan masih difokuskan untuk PJU.
"Jika dana Musrenbangnya ada, kita akan bantu juga. Jalan gang belum menjadi kewenangan kita, kita hanya berketentuan menata melengkapi penerangan jalan ketersediaan PJU. Adapun PJL kalau anggaran ada baru kita prioritaskan," tuturnya.
Ia menambahkan, di tengah progres yang masih terus diusahakan pihak Dishub. Masyarakat harus bersabar, pasalnya skala prioritas anggaran mempengaruhi pengadaan penerangan.
"Untuk 2023, sudah ada rencana hanya prioritas jalan kabupaten, kalau PJL kita lihat anggarannya dulu," tandasnya.*** (agus satia negara)
Editor : Doni Ramdhani
