Heboh Sungai Eufrat Surut dan Munculkan Emas hingga Dikaitkan dengan Hadits Kiamat
Ratusan warga mendatangi tepian Sungai Eufrat setelah muncul kabar adanya butiran emas di dasar sungai yang kini mulai mengering.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN - Sebuah peristiwa tak biasa tengah terjadi di wilayah Raqqa, Suriah. Ratusan warga mendatangi tepian Sungai Eufrat setelah muncul kabar adanya butiran emas di dasar sungai yang kini mulai mengering.
Fenomena ini bermula dari laporan sejumlah warga yang melihat gundukan tanah berkilau di dasar sungai akibat surutnya aliran air. Awalnya hanya beberapa orang yang mencoba menggali menggunakan alat seadanya. Namun, aktivitas tersebut dengan cepat menjelma menjadi perburuan massal tanpa arahan atau pengawasan resmi.
Kini, sepanjang bantaran sungai dipenuhi tenda-tenda darurat. Para pemburu emas bekerja tanpa henti, siang dan malam, mengandalkan peralatan sederhana seperti cangkul dan sekop. Kegiatan ini juga mulai menumbuhkan perputaran ekonomi lokal, meskipun belum ada regulasi yang mengatur atau menjamin keselamatan para penambang dadakan.
Kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran, terutama soal risiko kecelakaan dan dampak terhadap lingkungan sekitar. Khaled al-Shammari, seorang insinyur geologi setempat, menilai fenomena ini perlu dikaji secara ilmiah sebelum disimpulkan sebagai penemuan emas.
“Endapan mineral memang umum ditemukan di wilayah Sungai Eufrat. Namun, tampilan berkilau pada tanah tidak serta-merta menandakan keberadaan emas. Kita perlu analisis geologi yang mendalam,” ujar al-Shammari kepada Shafaq News dikutip Kamis 7 Agustus 2025.
Meskipun belum ada bukti ilmiah yang kuat, semangat warga Raqqa tak surut. Banyak yang memandang peristiwa ini sebagai peluang ekonomi langka, bahkan sebagian lainnya mengaitkannya dengan aspek spiritual.
Perburuan emas ini juga kembali mengangkat diskusi soal sabda Nabi Muhammad SAW dalam hadis yang berbunyi: “Kiamat tidak akan datang hingga Sungai Eufrat menyingkapkan gunung emas yang akan menjadi perebutan manusia.”
Ulama Sunni, Asaad Al Hamdani, membenarkan keabsahan hadis tersebut namun menegaskan pentingnya kehati-hatian dalam mengaitkan kejadian ini dengan tanda-tanda akhir zaman.
“Pemahaman hadis tidak bisa dilakukan secara tergesa-gesa, apalagi jika dikaitkan dengan peristiwa kontemporer. Perlu penelaahan mendalam oleh para ulama,” jelasnya.
Sebagai informasi, Sungai Eufrat mengalir melintasi Turki, Suriah, dan Irak. Sungai ini merupakan sumber kehidupan sejak zaman peradaban Mesopotamia kuno. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, debit airnya terus menurun akibat perubahan iklim dan pembangunan bendungan di bagian hulu, yang menimbulkan kekhawatiran mengenai masa depan sungai bersejarah tersebut.
Editor : Firda Rachmawati


