Heboh Video Zainul Maarif Catut Nama NU saat Kunjungi Israel: Semua Muslim Di sini adalah Nahdlatul Ulama
Video Zainul Maarif yang memperkenalkan dirinya sebagai dosen di Universitas NU Indonesia dan mencatut nama NU saat di Israel seolah menjadi bantahan atas pernyataan PBNU.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Belakangan ini 5 tokoh muda Nahdliyin menjadi sorotan publik setelah berkunjung dan berfoto bersama Presiden Israel, Isaac Herzog.
Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Savic Ali sempat mengeluarkan pernyataan dan membantah bahwa kedatangan 5 tokoh muda Nahdliyin tersebut tidak atas nama organisasi NU.
Menurut Savic Ali, PBNU juga belum mengetahui atas dukungan pihak mana mereka berangkat ke Israel.
“Kemungkinan kunjungan mereka atas nama pribadi. Kita tidak tahu tujuannya apa dan siapa yang mensponsorinya. Ini tindakan yang disesalkan,” kata Savic Ali.
Akan tetapi, di tengah kontroversi tersebut muncul video salah satu tokoh Nahdliyin yang datang ke Israel yakni Zainul Maarif.
Video Zainul Maarif yang memperkenalkan dirinya sebagai dosen di Universitas NU Indonesia dan mencatut nama NU saat di Israel seolah menjadi bantahan atas pernyataan PBNU.
Dalam akun X @BosPurwa, Zainul Maarif terdengar memperkenalkan diri serta menyebut NU sebagai organisasi Islam terbesar di Indonesia.
"Izinkan saya untuk memperkenalkan diri, nama saya Zainul Maarif, saya muslim, saya dosen salah satu universitas milik Nahdlatul Ulama," ucap Zainul Maarif.
"Nahdlatul Ulama adalah organisasi muslim terbesar di Indonesia dan bahkan di dunia yang menyuarakan Islam moderat," lanjutnya.
Tak sampai di situ, Zainul Maarif juga menyebut salah satu tokoh yang memimpin di organisasi Nahdlatul Ulama.
"Salah seorang tokoh yang memimpin organisasi adalah KH Abdurrahman Wahid yang dikenal dengan nama Gusdur adalah Presiden keempat Republik Indonesia yang punya hubungan dekat dengan Simon Peres dan Yahudi," tuturnya.
Zainul Maarif juga menyampaikan tujuannya dalam kegiatan yang mengunjungi Israel tersebut.
"Saya adalah muslim yang menjadi peserta program ini, semua muslim di sini adalah Nahdlatul Ulama, kami adalah generasi ketiga Nahdlatul Ulama dan kami akan melanjutkan legasi Gus Dur, memperkuat dialog antar agama yang ada selama ini," ungkapnya.
Video tersebut pun memantik reaksi negatif dari netizen. Pasalnya, pernyataan Zainul Maarif itu berbeda dengan PBNU yang menyebut kedatangan mereka ke Israel atas kepentingan pribadi.
"Tuh kan...... Mana mungkin bocil bocil itu berani bertindak sendiri.," tulis akun ethadisa.
"Luar biasa...nyata2 pro Israel... Astaghfirullahaladzim. Kita mendukung Palestina.... Palestina melawan Israel....bgmn ini???," kata akun treymahdy.
Editor : Firda Rachmawati

