Hengky Kurniawan: Jangan Sampai Ramadan Tidak Boleh Mudik karena Naiknya Kasus Covid 19 di KBB, Pusing!
Plt Bupati Bandung Barat Hengky Kurniawan mengaku kewalahan dengan adanya peningkatan kasus Covid 19 di KBB yang saat ini kembali terjadi.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Ngamprah - Plt Bupati Bandung Barat Hengky Kurniawan mengaku kewalahan dengan adanya peningkatan kasus Covid 19 di KBB yang saat ini kembali terjadi.
"Mudah-mudahan (kasus Covid 19 di KBB) ini turun. Jangan sampai Ramadan nanti tidak boleh mudik lagi, pusing! Tapi, harapan kita Ramadan ini tidak ada istilahnya pembatasan seperti dulu," kata Hengky Kurniawan, Senin 31 Januari 2022.
Untuk itu, Hengky Kurniawan mengharapkan jelang Ramadan tahun ini tidak ada lonjakan kasus Covid 19 di KBB. Dia pun mengaku menyiapkan sejumlah langkah antisipatif guna menekan lonjakan angka tersebut.
Baca Juga: Kasus Covid-19 Kota Bogor Melonjak, RSUD Tambah Kapasitas Tempat Tidur
"Tren kasus Covid 19 di KBB (Kabupaten Bandung Barat) lagi naik, tentunya kita harus terus melakukan langkah pencegahan melalui gebyar vaksinasi," tuturnya.
Selain itu, jelas dia, dalam setiap acara dan kegiatan harus diawali dengan swab terlebih dahulu guna mengetahui siapa yang positif.
"Kadang gejalanya itu tidak nampak, sebagai contoh saya baca di Cimahi itu ada anak TK enggah sakit tapi ternyata positif Covid," jelasnya.
Baca Juga: Serangan Wabah Covid Sasar Sekolah, Pemkot Bogor Hentikan Sementara PTM 100 Persen
Dia menyebut, kunci pencegahannya melalui penerapan prokes, bahkan untuk seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) diimbau jangan ada kegiatan di luar kota.
"Kita setop dulu agenda ke luar kota sampai aman," sebutnya.
Sejauh ini, tercatat sebanyak 79 warga KBB dinyatakan terkonfirmasi positif, 18.897 dinyatakan sembuh dan 267 meninggal dunia. Hengky Kurniawan mengatakan, kebanyakan pasien yang terkonfirmasi itu rata-rata melakukan isolasi mandiri.
"Gejalanya ringan, namun belum dipastikan terinfeksi virus Omicron. Jadi masih covid biasa berdasarkan hasil dari swab atau PCR-nya dan bisa melakukan isolasi di rumahnya masing-masing," ujarnya seraya menyebutkan para pasien tersebut tidak mengalami gejala yang tidak terlalu berat lantaran sudah divaksinasi sebelumnya. (Agus Satia Negara)
Editor : inilahkoran


