Hingga Mei, Produksi Padi di Kuningan Capai 168.197 Ton

Pemkab Kuningan terus berusaha berkontribusi dalam ketahanan pangan nasional

Hingga Mei, Produksi Padi di Kuningan Capai 168.197 Ton
Seorang petani menunjukkan kodnisi lahan pertanian di Kabupaten Kuningan. Foto antara

INILAHKORAN.ID - Produksi padi di Kabupaten Kuningan dari periode Januari-Mei 2026 mencapai 168.197 ton, dengan produktivitas rata-rata 61,21 kuintal gabah per hektare dari luas lahan 27.478 hektare.
 
"Capaian ini menunjukkan kontribusi besar Kabupaten Kuningan dalam mendukung ketahanan pangan nasional di tengah tantangan perubahan iklim dan dinamika cuaca," kata Wakil Bupati Kuningan Tuti Andriani sebagaimana dikutip dari Antara, Sabtu (4/7/2026).

Pemkab terus mendorong percepatan tanam karena setiap peningkatan produksi, bisa berdampak terhadap ketersediaan pangan dan kesejahteraan petani.

Tuti berharap pemerintah pusat terus memberikan dukungan bagi wilayah pertanian tadah hujan melalui pembangunan sarana dan prasarana, khususnya pengelolaan irigasi.

Saat ini Kabupaten Kuningan telah melaksanakan program Gerakan Tanam Serempak di lokasi optimalisasi lahan Kelompok Tani Mekarsari, Desa Pasawahan, Kecamatan Pasawahan, yang merupakan bagian dari program nasional Kementerian Pertanian.

Sementara itu, Kepala Balai Besar Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (BBPMKP) Sukim Supandi mengatakan gerakan tanam serempak di Kabupaten Kuningan tahun ini mencakup lahan sekitar 93 hektare.

Ia menjelaskan kegiatan di Kuningan merupakan pelaksanaan ke-11 Gerakan Tanam Serempak di Jawa Barat, dengan total luasan tanam pada hari yang sama mencapai sekitar 849 hektare.

Menurut Sukim, Kabupaten Kuningan saat ini telah memiliki tujuh Brigade Pangan sebagai bagian dari upaya memperkuat pengelolaan pertanian modern dan meningkatkan produktivitas.

"Kami berharap Brigade Pangan di Kabupaten Kuningan dapat terus berkembang. Bantuan alsintan akan kami percepat prosesnya sehingga mampu meningkatkan produktivitas sekaligus memberdayakan generasi muda di sektor pertanian," pungkasnya. 


Editor : Ahmad Sayuti