Surplus hingga 32.528 Ton, DPKP Klaim Kabupaten Bandung Barat bisa Swasembada Beras Tahun ini

Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Bandung Barat (KBB) memastikan produksi padi dan beras pada tahun 2024 ini masih sesuai dengan target bahkan surplusn, dan mengklaim bisa swasembada beras

Surplus hingga 32.528 Ton, DPKP Klaim Kabupaten Bandung Barat bisa Swasembada Beras Tahun ini
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, KBB, Moch Lukmanul Hakim

INILAHKORAN, Ngamprah - Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Bandung Barat (KBB) memastikan produksi padi dan beras pada tahun 2024 ini masih sesuai dengan target.

Bahkan, melebihi kebutuhan konsumsi masyarakat. Alhasil, Pemerintah Daerah (Pemda) Bandung Barat bisa mewujudkan swasembada beras pada tahun ini.

"Berdasarkan perhitungan dinas kami, untuk hasil panen padi tahun ini mengalami surplus," kata Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, KBB, Moch Lukmanul Hakim, Minggu 8 Desember 2024.

Lukman menyebut, berdasarkan data di pihaknya, perkiraan produksi sampai dengan Desember 2024 mencapai sebanyak 292.585 ton GKG (gabah kering giling). Konversi padi GKG ke beras sekitar 64,11 persen.

"Perkiraan produksi beras sampai dengan Bulan Desember 2024 sebanyak 187.576 ton. Sementara untuk konsumsi beras per kapita per tahun sebesar 82,3 kg," sebutnya. 

Dengan proyeksi jumlah penduduk di KBB sebanyak 1.884.191, terang Lukman, maka proyeksi konsumsi beras rumah tangga sebanyak 155.048 ton beras per tahunnya.

"Mengacu kepada data produksi dan konsumen tersebut, maka produksi beras di KBB masih surplus 32.528 ton beras," terangnya.

Dikatakan Lukman, adanya peningkatan tersebut lantaran faktor musim kemarau yang tidak terlalu panjang. Serta adanya peningkatan dari sawah tadah hujan yang ditingkatkan masa tanamnya dari satu kali jadi dua kali. Yakni melalui program pompanisasi dari permukaan danau, sungai, dan air tanah untuk pengairan. 

"Perluasan Area Tanam (PAT) Sawah Tadah Hujan (STH) di KBB melalui program pompa Kementerian Pertanian dari target 5.508 hektare (ha) capaiannya 5.364 Ha (97,57 persen)," katanya. 

"Jumlah pompa bantuan Kementerian Pertanian berjumlah 102 unit, dimana 64 unit pompa refocusing dan 38 pompa ABT," sambungnya. 

Lukman menyebut, untuk realisasi program PAT sampai 30 November sudah mencapai 5.466,5 ha atau 99,25 persen dari 5.508 Ha STH. 

Kemudian progres pada 5 Desember realisasinya 5.515,5 ha (100,13 persen dari target 5.508 ha). Sementara Padi Gogo (padi huma/ladang) sudah terealisasi 326 ha atau 107,24% dari 304 ha lahan yang ada.

"Untuk distribusi pompa dari pusat itu ke 12 kecamatan sentra padi dan dapat berpotensi mengairi seluas 900 hektare," ucapnya.

Lukman mengakui, saat ini pihaknya juga tengah melakukan kajian untuk pengembangan program Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) di Kecamatan Gununghalu dan Kecamatan Rongga. 

"Program ini serupa dengan lahan pertanian abadi yang dilindungi," katanya.

Kendati demikian, Lukman tak memungkiri bahwa luas lahan sawah di KBB saat ini Lukman mengalami pengurangan. 

Berdasarkan data yang ada luas lahan baku sawah (LBS) berdasarkan data BPS tahun 2016 adalah 21.670 hektare (ha). Namun data BPS terbaru tahun 2023, luas lahan baku sawah menjadi hanya 18.350,82 ha yang tersebar di 15 kecamatan minus Kecamatan Parongpong. 

"Luasan itu terbagi menjadi sawah irigasi seluas 3.856,49 ha dan sawah non irigasi seluas 14.493,34 ha," ujarnya.*** (agus satia negara)


Editor : Ahmad Sayuti