IP Padi di Matangaji Turun Drastis, Pemkab Cirebon Lakukan Kajian Distribusi Air
Pemkab Cirebon menindaklanjuti keluhan petani padi Desa Matangaji, Kecamatan Sumber. Hal itu berkaitan dengan turunnya indeks pertanaman (IP) padi.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Pemerintahan Kabupaten Cirebon menindaklanjuti keluhan petani padi Desa Matangaji, Kecamatan Sumber.
Hal itu berkaitan dengan turunnya indeks pertanaman (IP) padi dari tiga kali panen menjadi satu kali dalam setahun. Penurunan tersebut diduga berkaitan dengan berkurangnya pasokan air irigasi.
Wakil Bupati Cirebon Agus Kurniawan berjanji, pemerintahan daerah akan melakukan pemetaan dan identifikasi lapangan sebelum mengambil keputusan. Untuk itu, Dinas Pertanian diminta menghitung luas lahan terdampak serta menelusuri faktor penyebab berkurangnya ketersediaan air.
"Kami tidak ingin berspekulasi. Harus ada data dan kajian teknis terlebih dahulu, termasuk menghitung berapa hektare sawah yang terdampak," kata Agus, Rabu 11 Februari 2026.
Menurutnya, dugaan berkurangnya air irigasi akibat distribusi ke Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) belum bisa dipastikan. Pemerintahan daerah menunggu hasil kajian teknis untuk memastikan ada tidaknya keterkaitan langsung.
"Tidak bisa langsung disimpulkan air dialirkan ke PDAM menjadi penyebabnya. Semua harus diteliti terlebih dahulu," ungkapnya.
Dia menjelaskan, Apabila hasil kajian menunjukkan adanya dampak signifikan terhadap produktivitas pertanian, Pemkab Cirebon akan berkoordinasi dengan PDAM untuk mencari solusi.
Selain itu, opsi teknis seperti penyediaan sumur pantek juga dipertimbangkan guna menjaga ketersediaan air bagi sawah warga.
"Kalau memang terbukti berdampak, tentu akan kami komunikasikan dengan PDAM. Alternatif lain seperti pembuatan sumur pantek juga bisa menjadi solusi agar IP bisa kembali panen tiga kali setahun," jelasnya.
Seperti diketahui, masalah ini muncul terkait isu distribusi air di wilayah perbatasan Kabupaten Cirebon dan Kabupaten Kuningan.
Kasus ini terjadi dalam kegiatan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan oleh Anggota DPRD Jabar Ratnawati di Desa Matangaji pada Jumat pekan kemarin.
Saat itu, dia menyampaikan kekhawatiran atas berkurangnya debit air sungai yang selama ini menjadi sumber utama irigasi.
Editor : Doni Ramdhani

