Populasi 77 Ribu Petani di Kabupaten Bandung, Mayoritas Berusia Lanjut
Jumlah petani di Kabupaten Bandung berdasarkan catatan Pemkab Bandung mencapai 77 ribu orang. Namun, ada tantangan tersendiri dari total petani tersebut.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Jumlah petani di Kabupaten Bandung berdasarkan catatan Pemkab Bandung mencapai 77 ribu orang. Namun, ada tantangan tersendiri dari total petani tersebut.
Guna menarik minat generasi muda menjadi petani, Pemkab Bandung terus mendorong penerapan teknologi pertanian modern, mulai dari penggunaan traktor hingga alat pemanen otomatis atau combine harvester.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bandung Ina Dewi Kania mengatakan, modernisasi tersebut diharapkan dapat meningkatkan efisiensi kerja, menekan ketergantungan pada tenaga kerja manual, sekaligus membuka peluang bagi generasi milenial untuk terjun ke sektor pertanian.
Dia mengaku, sektor pertanian daerah terus menunjukkan perkembangan positif. Salah satunya melalui produk kopi spesialti yang berhasil menjuarai kontes tingkat nasional selama dua tahun berturut-turut dan menembus pasar ekspor internasional.
Menurut Ina, berbagai program yang dijalankan pemerintah daerah menjadi bagian dari upaya memperkuat swasembada pangan berkelanjutan sekaligus menjaga ketahanan pangan di Kabupaten Bandung.
"Program dan kegiatan yang diluncurkan untuk sektor pertanian dalam mendukung swasembada pangan berkelanjutan dan ketahanan pangan di Kabupaten Bandung, khususnya, sangat luar biasa," ujarnya.
Selain memperkuat infrastruktur, Pemkab Bandung juga berupaya melindungi lahan produktif melalui penetapan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) dan Lahan Baku Sawah (LBS) seluas 22.000 hektare.
Langkah tersebut dinilai penting untuk menekan alih fungsi lahan yang berpotensi mengancam kapasitas produksi pangan daerah.
Program Taniverse 2026 juga menjadi ruang untuk memperkenalkan pertanian kepada generasi muda. Perwakilan guru SDN Angkasa 05, Pipik Ropikoh, menilai kegiatan tersebut dapat meningkatkan kesadaran anak-anak terhadap pola hidup sehat, konsumsi makanan bergizi, dan pentingnya bercocok tanam sejak dini.
Dia berharap edukasi tersebut dapat diperluas mulai dari jenjang taman kanak-kanak hingga sekolah dasar. Selain itu, kegiatan ini diharapkan mampu mendorong kepedulian terhadap lingkungan sekaligus memperkuat dukungan terhadap UMKM lokal.
"Dengan adanya kegiatan Taniverse ini, mudah-mudahan nanti mulai dari anak didik, dari TK kemudian SD, bisa ditingkatkan lagi kesadaran terkait dengan lingkungan hidupnya, serta saling mendukung UMKM yang ada di lingkungan Kabupaten Bandung," tutur Pipik.
Editor : Doni Ramdhani
