Hotel di Cirebon Tercekik Efisiensi Pemerintah, Lebih Seribu Karyawan Dirumahkan
Sekitar seribuan pekerja hotel dan restoran di Kabupaten Cirebon terpaksa dirumahkan. Turunnya omzet jadi pemicu.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Cirebon – Sekitar seribuan pekerja hotel dan restoran di Kabupaten Cirebon terpaksa dirumahkan. Turunnya omzet jadi pemicu.
Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Cirebon, Ida Kartika, Kamis 12 Juni 2025, mengatakan omzet hotel dan restoran turun drastis sejak adanya efisiensi pemerintah. Penurunannya tak tanggung-tanggung, hingga 90 persen.
Imbasnya, saat ini di Kabupaten Cirebon sudah ada lebih dari 1.000 pekerja hotel dan restoran, dirumahkan. Artinya, dengan adanya efesiensi anggaran, dampaknya sangat terasa oleh semua pengusaha hotel dan restoran.
“Saya rasa bukan di Kabupaten Cirebon saja, tapi disemua daerah di Indonesia,” katanya.
Adanya pernyataan Kemendagri yang membolehkan kembali pemerintah menyelenggarakan kegiatan di hotel dan restoran, menurut Ida Kartika, belum berdampak. “Itu kan baru wacana,” akunya.
Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Cirebon, Novi Hendriyanto membenarkan, turunnya sektor usaha hotel dan restoran berimbas kepada masalah tenaga kerja.
Tapi, sampai saat ini, pihaknya belum menerima laporan resmi dari PHRI, terkait adanya PHK pada dua sektor usaha tersebut.
“Kalau PHK di sektor hotel dan restoran sepertinya belum ada. Tapi laporan dari PHRI memang menyebutkan ada seribuan pegawai hotel dan restoran saat ini dirumahkan. Ini memang imbas dari efesiensi anggaran,” ucapnya.
Namun dari seribuan yang dirumahkan, lanjut Novi, bisa saja menjadi potensi PHK. Untungnya, Pemkab Cirebon tidak saklek dengan aturan tersebut dan masih beberapa kali melakukan kegiatan di hotel dan restoran.
“Mudah-mudahan dengan pernyataan Kemendagri yang membolehkan kembali pemerintan daerah mengadakan kegiatan di hotel dan restoran, menjadi langkah awal terbukanya kembali lapangan kerja di dua bidang ini,” tukasnya. (*)
Editor : Zulfirman


