Ibu di Luwu Timur Geram, Ketiga Anaknya Jadi Korban Pemerkosaan, Polisi Justru Hentikan Penyelidikan

Kisah pilu tentang kasus pemerkosaan yang dilakukan seorang ayah kepada ketiga anaknya yang masih berusia di bawah umur viral di medsos.

Ibu di Luwu Timur Geram, Ketiga Anaknya Jadi Korban Pemerkosaan, Polisi Justru Hentikan Penyelidikan
Tangkapan layar Twitter.

INILAHKORAN, Bandung - Sebuah kisah tentang kasus pemerkosaan yang dilakukan seorang ayah kepada ketiga anaknya yang masih berusia di bawah 10 tahun viral di media sosial.

Dalam utas yang dibuat pada 6 Oktober 2021, di akun Project Multatuli disebutkan bahwa polisi telah menghentikan penyelidikan meskipun sang ibu telah melapor.

Diketahui, orang tua ketiga anak itu telah bercerai, tetapi ayah mereka masih terlibat dalam pengasuhan bersama seperti menjemput anak-anaknya sekolah, memberi jajanan atau mainan.

Baca Juga: Viral! Pengendara Motor Berjoget dan Duduk di Atas Karung di Padalarang, Polisi: Identitasnya Sedang Kami Cari

Mantan suaminya adalah aparatur sipil negara yang mempunyai posisi di kantor Dinas Pemerintahan Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan.

Kasus tersebut bermula pada Oktober 2019 saat anak pertamanya mengeluh sakit di bagian alat vitalnya kepada ibunya.

Anak tersebut akhirnya menceritakan kepada ibunya bahwa dia dan kedua adiknya diperkosa oleh sang ayah.

Baca Juga: Polisi Tetapkan Figur Publik Inisial DC Jadi Tersangka Aksi Asusila

Sang ibu kemudian melaporkan mantan suaminya untuk dugaan pemerkosaan pada tiga anaknya yang masih di bawah usia 10 tahun.

Dirinya mengaku ke Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak, Luwu Timur, Polres Luwu Timur berharap untuk mendapatkan perlindungan.

Sayangnya, polisi justru menghentikan penyelidikan tersebut. Sang ibu kemudian ke Makassar untuk bertemu LBH Makassar yang segera menyurati banyak lembaga agar kasus diinvestigasi lagi.

Kasus ini pun mendapat respon dari Komnas Perempuan. Pada 22 September 2020 Komnas Perempuan juga mengirimkan surat rekomendasi yang dikirim ke Mabes Polri, Polda Sulsel, dan Polres Luwu Timur untuk meminta melanjutkan kembali proses penyelidikan kasus pidana tersebut.

Dikutip dari artikel Project Multatuli, salah satu perwakilan LBH Makassar menilai ada keberpihakan polisi dan Pusat Pelayanan Luwu Timur kepada terduga pelaku.

"Kalau sudah ada testimoni anak, seharusnya di mulai dari situ. Digali dulu bukti-bukti pendukung," ucapnya.

Kasus ini pun menuai beragam reaksi dari netizen. Tak sedikit netizen yang geram dan meminta kasus ini untuk segera melanjutkan penyelidikan.

"Kalo abis ini viral, mesti klarifikasi polisinya memutar balik fakta trus ga ada rasa bersalah, kaya yg udah udah," kata salah satu netizen.

"Nangis sejadi2nya, jadi mikir kita yg baca aja semarah dan sesedih apa, ga bisa kebayang apa yg dirasain ibu dr ke3 anak.

Sampe mikir, kita rakyat biasa bisa apa? Dilindungi siapa?," kata netizen lainnya.

Kisah 'tiga anak saya diperkosa' itupun masih menjadi perbincangan publik saat ini.***(Firda Rachmawati)


Editor : inilahkoran