Ibu Levi Ungkap Kondisi dan Cedera yang Diderita Adik Keisya Levronka Usai Jatuh

Ibu Levi ungkap 13 hal mengenai kondisi, tindakan hingga cedera yang diderita adik Keisya Levronka usai jatuh dari lantai 6 gedung di kampus.

Ibu Levi Ungkap Kondisi dan Cedera yang Diderita Adik Keisya Levronka Usai Jatuh
Kondisi adik Kesiya Laveonka usai terjatuh dari lantai 6 gedung di kampus.

INILAHKORAN, Bandung - adik Keisya Levronka, Lexi Valleno Havlenda, sampai saat ini masih harus menjalani kontrol ke beberapa spesialist, terapy syaraf, dan obat jalan hingga waktu yang tidak tentu.

Hal ini masih rutin dilakukan usai adik Keisya Levronka, Lexi Valleno jatuh dari lantai 6 gedung di kampus saat memgikuti kegitan organisasi Pecinta Alam.

Dan baru-baru ini, ibu Keisya Levronka, Levi Leonita Davies, mengungkap cedera, tindakan dan konsisi Lexi Valleno selam 2 tahun ini.

Pertama, tulang ekor Lexi Valleno remuk karena pertolongan pertama setelah jatuh dari lantai 6, dibopong dan didudukkan di kursi roda untuk dinaikkan ke taxi online ke RS, dan langsung tindakan operasi untuk pasang pen.

Kedua, ginjal sebelah kanan mengalami trauma benturan hingga bergeser ke atas dan sempat shock tidak berfungsi, sehingga harus beberapa kali melakukan cuci darah.

"3. Harus beberapa kali tambah darah karena daerah OP rembes. 4. paru-paru terendam cairah (darah) sehingga dilakukan pembersihan," jelas Levi melalui Instagram-nya @levihavron.

Kelima, syaraf area panggul sampai kaki bagian kanan tidak berfungsi sehingga Lexi Valleno harus terapi dan masih berlangsung sampai sekarang.

Keenam, hati Lexi Valleno juha mengalami sobekan. Ketuju, adik Kaisya Levronka ini harus berbulan-bulan dirawat di Rumah Sakit.

"8. Dokter yang menangani pun bukan hanya 1 tapi ada spesialis tulang, spesialis penyakit dalam, spesialis syaraf, spesialis akupuntur, spesialis fisio, spesialis bedah, spesialis anestesi, spesialis kulit," jelan ibu Levi.

Sembil, selama 1 tahun Lexi Valleno harus memakai kateter kemana-mana.

Sepuluh, selama 1 tahun Lexi Valleno selalu beraktivitas menggunakan kursi roda bertahap menggunakan tongkat dan berlatih untuk aktivitas.

"11. Sampai sekarang harus menggunakan kasur dekubutis untuk kenyamanan tulang ekornya," ungkap Levi.

Dua belas, selama 1 tahun lebih harus menggunakan kursi RS meskipun sudah berada di rumah. Dan terakhir, aktivitas harus dibantu oleh suster pribadi.***


Editor : Irma Nurfajri