Identitas Mayat di Plafon Pabrik Farmasi Pulogadung Terungkap, Korban Ternyata Bekerja sebagai Teknisi

Identitas jenazah pria yang ditemukan membusuk di plafon sebuah pabrik obat di kawasan Pulogadung, Jakarta Timur, akhirnya terungkap. 

Identitas Mayat di Plafon Pabrik Farmasi Pulogadung Terungkap, Korban Ternyata Bekerja sebagai Teknisi

INILAHKORAN - identitas mayat pria yang ditemukan membusuk di plafon sebuah pabrik obat di kawasan Pulogadung, Jakarta Timur, akhirnya terungkap. 

Polisi mengonfirmasi bahwa korban adalah Rastono (37), seorang teknisi yang bekerja di perusahaan farmasi tersebut.

Kapolsek Pulogadung Kompol Suroto menjelaskan bahwa identitas korban diketahui setelah penyelidikan dan pemeriksaan terhadap enam orang saksi, termasuk petugas keamanan, kepala teknisi, dan rekan kerja Rastono.

“Korban diketahui bernama Rastono, teknisi di perusahaan itu. Hal ini diperkuat dari keterangan sejumlah saksi, termasuk kepala teknisi dan rekan kerja korban,” ujar Suroto dikutip dari Antara, Rabu 30 Juli 2025.

Salah satu saksi, Nurudin Muslimin (56) selaku kepala teknisi, mengaku bahwa Rastono tidak masuk kerja sejak Senin (28/7). 

Sementara Mustofa (34), rekan korban, mengungkap bahwa terakhir kali melihat Rastono adalah pada Sabtu (26/7) pukul 18.00 WIB, saat mereka bersama-sama memperbaiki pompa air di area pabrik.

“Saat itu Rastono mengenakan kaos kuning dan celana panjang biru. Pakaian yang sama persis seperti yang dikenakan jenazah saat ditemukan di plafon mushola,” jelas Suroto.

Penemuan jenazah bermula ketika salah seorang karyawan mencium bau busuk dari arah plafon gudang pada Selasa (29/7) sekitar pukul 14.30 WIB. 

Setelah dilakukan pemeriksaan bersama petugas keamanan, jenazah pria itu ditemukan dalam posisi telentang di atas plafon mushola sekitar pukul 15.30 WIB. Wajah korban sudah menghitam dan tubuh mulai membusuk.

Hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) juga menunjukkan bahwa kaki kanan Rastono terlilit kabel listrik. Berdasarkan temuan tersebut, dugaan awal korban meninggal akibat tersengat listrik saat memperbaiki instalasi.

Jenazah kemudian dievakuasi oleh tim gabungan dari Polsek Pulogadung, Polres Metro Jakarta Timur, Inafis, serta Biddokkes, dan dibawa ke RS Polri Kramat Jati untuk dilakukan visum dan autopsi guna memastikan penyebab kematian secara medis.

Hingga kini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut dan memeriksa sejumlah saksi tambahan guna mengungkap secara lengkap kronologi kejadian tersebut.


Editor : Firda Rachmawati