Igor Tolic Kritik Jadwal Piala Presiden 2026, Soroti Aturan FIFA 72 Jam Istirahat

Pelatih Persib Igor Tolic mengkritik padatnya jadwal Piala Presiden 2026 yang dinilai mengabaikan aturan FIFA soal waktu istirahat minimal 72 jam antarlaga.

Igor Tolic Kritik Jadwal Piala Presiden 2026, Soroti Aturan FIFA 72 Jam Istirahat
Pelatih Persib Igor Tolic mengkritik padatnya jadwal Piala Presiden 2026 yang dinilai mengabaikan aturan FIFA soal waktu istirahat minimal 72 jam antarlaga.

INILAHKORAN.ID-Pelatih Persib Bandung, Igor Tolic, mengaku belum sepenuhnya puas meski timnya berhasil menaklukkan Persija Jakarta 2-1 pada semifinal Piala Presiden 2026 di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Selasa (4/8/2026).

Pelatih asal Kroasia itu menyoroti padatnya jadwal pertandingan yang dinilai berpotensi mengancam kesehatan pemain. Menurutnya, penyelenggara seharusnya memperhatikan aturan FIFA mengenai waktu pemulihan antarlaga.

"Dalam regulasi FIFA terdapat aturan wajib bahwa setiap tim harus memiliki waktu istirahat minimal 72 jam antar pertandingan. Aturan ini dibuat untuk melindungi kesehatan fisik dan mental para pemain di seluruh dunia," ujar Igor usai pertandingan.

Kritik Bukan Hanya untuk Persib

Igor menegaskan pernyataannya bukan semata-mata untuk kepentingan Persib, melainkan mewakili seluruh pemain yang berlaga di Piala Presiden 2026, termasuk pemain Persija Jakarta, Persebaya Surabaya, dan Arema FC.

Menurutnya, para pemain merupakan pihak yang paling merasakan dampak jadwal pertandingan yang padat karena harus tampil maksimal di setiap laga.

"Saya berbicara atas nama semua pemain karena merekalah yang harus tampil di lapangan. Bagi saya sebagai pelatih mungkin lebih mudah. Tetapi para pemainlah yang harus bermain, tampil maksimal, dan memenangkan pertandingan," katanya.

Pertanyakan Konsistensi Penerapan Regulasi FIFA

Igor mempertanyakan mengapa berbagai aturan FIFA diterapkan secara ketat dalam penyelenggaraan pertandingan, tetapi ketentuan mengenai waktu pemulihan pemain justru diabaikan.

"Kami mengikuti semua regulasi FIFA. Durasi pertandingan, ukuran lapangan, hingga aturan teknis lainnya kami patuhi. Tetapi mengapa aturan mengenai waktu pemulihan pemain justru diabaikan?" ujarnya.

Ia menilai perlindungan terhadap kesehatan pemain harus menjadi prioritas, terutama pada turnamen pramusim yang memiliki jadwal sangat singkat.

Banyak Pemain Tidak Bisa Diturunkan

Pelatih Persib itu juga mengungkapkan bahwa kedua tim sama-sama kehilangan banyak pemain dalam laga semifinal.

Menurutnya, baik Persib maupun Persija memiliki sekitar 13 hingga 14 pemain yang tidak dapat dimainkan. Selain itu, sejumlah pemain juga sedang memperkuat tim nasional sehingga mengurangi pilihan yang dimiliki pelatih.

"Kami tetap dituntut menang, bermain bagus, sekaligus menjaga agar semua pemain tetap sehat. Tugas yang harus kami hadapi terlalu banyak," katanya.

Persib Tetap Fokus Hadapi Final

Meski mengkritik jadwal pertandingan, Igor memastikan Persib tetap bersikap profesional dan siap menghadapi partai final Piala Presiden 2026.

Ia menilai pramusim seharusnya menjadi momen penting bagi tim untuk membangun kekompakan, menyusun sistem permainan, dan mengenal karakter seluruh pemain. Namun, padatnya jadwal membuat proses tersebut tidak berjalan maksimal.

"Pramusim adalah satu-satunya kesempatan kami memiliki seluruh pemain bersama-sama. Saat itulah kami membangun sistem permainan, mengenal karakter pemain, dan menyusun fondasi tim. Namun musim ini kami kehilangan kesempatan tersebut," tegasnya.

Apresiasi Penampilan Persija

Mengenai jalannya pertandingan, Igor menilai Persib tampil sangat baik, terutama pada babak pertama ketika mampu mencetak dua gol melalui Uilliam Barros pada menit ke-22 dan Balsa Sekulic lewat tendangan penalti pada menit ke-28.

Namun, ia mengakui para pemain mulai mengalami kelelahan setelah turun minum sehingga Persija mampu memberikan tekanan hingga memperkecil kedudukan melalui gol Kwon Changhoon pada menit ke-86.

"Di babak kedua semua pemain mulai kelelahan. Persija bermain habis-habisan. Seharusnya kami bisa unggul tiga atau empat gol di babak pertama, tetapi di babak kedua kami juga bisa saja kalah," ujarnya.

Igor turut memberikan apresiasi kepada para pemain Persija yang dinilainya tampil penuh semangat hingga akhir pertandingan.

"Pada akhirnya kami menang dan lolos ke final. Siapa yang akan kami hadapi di final belum saya ketahui. Saya hanya berharap semua pemain di semifinal lainnya tetap sehat," pungkasnya.***


Editor : JakaPermana