IHSG BEI Ditutup Melemah, Sektor Properti Terkoreksi Paling Dalam, Tapi Lima Saham Ini Bisa Melenggang

Tidak semua saham yang diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) melemah. Beberapa di antaranya bahkan menguat.

IHSG BEI Ditutup Melemah, Sektor Properti Terkoreksi Paling Dalam, Tapi Lima Saham Ini Bisa Melenggang

INILAHKORAN, Jakarta – Tidak semua saham yang diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) melemah. Beberapa di antaranya bahkan menguat.

Dalam penutupan Selasa 26 Agustus 2025 sore, IHSG BEI ditutup melemah 21,15 poin atau 0,27 persen ke posisi 7.905,76.

Padahal, saat dibuka pada pagi hari, IHSG BEI sempat menguat 14,01 poin atau 0,18 persen dibanding penutupan sehari sebelumnya, yakni menguat ke posisi 7.9040,92.

Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 11,31 poin atau 1,36 persen ke posisi 817,61.

Tim Riset Pilarmas Investindo Sekuritas dalam kajiannya menyebutkan sentimen negatif antara lain berasal dari koreksi indeks bursa regional Asia.

Mayoritas bursa di kawasan Asia ditutup melemah akibat ancaman Presiden AS Donald Trump, yang akan memberlakukan tarif impor sebesar 200 persen, apabila China tidak mengekspor mineral tanah jarang ke AS.

Trump juga mengancam akan memberlakukan tarif terhadap negara-negara yang tidak menghapus pajak digital dan peraturan terkait.

Selain itu, pelaku pasar mencermati pertemuan antara Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung dan Presiden AS Donald Trump terkait kesepakatan perdagangan yang telah diumumkan bulan lalu, yang menetapkan tarif impor sebesar 15 persen atas ekspor Korea Selatan ke AS.

Dari AS, Presiden Trump memberhentikan Gubernur The Fed Lisa Cook dari dewan bank sentral.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, lima sektor menguat yaitu sektor energi naik sebesar 1,33 persen, diikuti oleh sektor industri dan sektor kesehatan yang naik masing-masing naik sebesar 0,97 persen dan 0,64 persen.

Adapun enam sektor terkoreksi yaitu sektor properti turun paling dalam sebesar 1,38 persen, diikuti oleh sektor barang baku dan sektor keuangan yang masing-masing turun sebesar 1,18 persen dan 0,88 persen.

Saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu DFAM, JARR, OASA, JECC, dan RELI. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar yakni FILM, LPKR, SSTM, MPPA, dan BABP.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 2.367.985 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 57,74 miliar lembar saham senilai Rp45,82 triliun. Sebanyak 266 saham naik, 393 saham menurun, dan 145 tidak bergerak nilainya. (*)


Editor : Zulfirman