IKA UIN Sunan Gunung Djati Jalin Kerja Sama Strategis, Siapkan Alumni Tembus Pasar Kerja Global
Ikatan Alumni Universitas Islam Negeri (IKA UIN) Sunan Gunung Djati Bandung menggelar Rapat Kerja (Raker) perdana untuk periode kepengurusan 2025 - 2030.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung – Ikatan Alumni Universitas Islam Negeri (IKA UIN) Sunan Gunung Djati Bandung menggelar Rapat Kerja (Raker) perdana untuk periode kepengurusan 2025 - 2030.
Dalam agenda tersebut, IKA UIN menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan enam lembaga strategis yang bergerak di bidang ketenagakerjaan, pelatihan vokasi dan pengembangan jaringan profesional.
Ketua Umum PP IKA UIN SGD Bandung, Cucu Sutarya menyatakan, kerja sama ini merupakan upaya konkret alumni untuk membangun jejaring luas yang dapat mendorong lulusan UIN SGD memasuki dunia kerja. Baik di dalam maupun luar negeri.
Ia menegaskan, peran IKA kini tak lagi sebatas menjaga hubungan silaturahmi, melainkan menjadi jembatan antara kampus dan dunia profesional.
“Dulu orang mengenal UIN atau IAIN hanya sebagai kampus keislaman. Tapi hari ini kita adalah universitas yang juga memiliki fakultas ekonomi, sains, psikologi dan lainnya. Karena itu, kami membuka diri untuk membangun sinergi dan konsolidasi agar alumni bisa mengisi posisi-posisi strategis di berbagai bidang,” kata Cucu Sutarya, Sabtu 21 Juni 2025.
Ia juga menyoroti potensi besar alumni UIN Bandung yang setiap tahun meluluskan sekitar 7.000 mahasiswa. Menurutnya, kerja sama ini sangat penting karena melibatkan pihak-pihak yang mengetahui kebutuhan tenaga kerja global. Termasuk peluang ke Jepang, Abu Dhabi, Korea Selatan hingga Swiss.
Ia menambahkan, tidak semua alumni akan disalurkan ke luar negeri. Sebab ada pula potensi wirausaha dan penempatan kerja lokal. Tugas IKA, katanya adalah mendata dan mengarahkan alumni agar potensi mereka dapat berkembang sesuai bidang masing-masing.
Sementara itu, Rektor UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Prof Rosihon Anwar mengapresiasi, langkah cepat IKA UIN dalam membangun kemitraan strategis. Ia menyebut sinergi antara kampus dan alumni merupakan kunci untuk menciptakan lulusan yang unggul, kompetitif dan relevan dengan kebutuhan zaman.
“Pengurusan IKA saat ini memang luar biasa, sangat cepat dan progresif. Kami di kampus akan bersinergi karena program-program IKA yang dirumuskan dalam raker ini akan berjalan seiring dengan visi misi UIN Bandung,” kata Rosihon Anwar.
Ia juga mengakui, kampus memiliki keterbatasan dalam menjalin hubungan dengan dunia industri. Dalam konteks itu, IKA menjadi perpanjangan tangan yang strategis.
“Kami mendidik dan mempersiapkan para lulusan, dan IKA yang membantu menyalurkan mereka ke dunia kerja. Saya sangat optimis di bawah kepemimpinan Ketua IKA yang sekarang, sinergi ini akan berjalan baik demi kemajuan bersama,” ucapnya.***
Editor : Yosep Saepul Ramadan

