Imbas Banjir, Lahan Pesawahan Garapan Warga Seluas 5 Hektare Terendam hingga Gagal Panen

Banjir bandang yang diakibatkan meluapnya aliran sungai Cibitung-Ciputri, Desa Mukapayung, Kecamatan Cililin, Kabupaten Bandung Barat (KBB) pada Kamis 4 Desember 2025 sore telah merendam lahan pesawahan yang dikelola warga sekitar. Termasuk kebun hingga kawasan objek wisata.

Imbas Banjir, Lahan Pesawahan Garapan Warga Seluas 5 Hektare Terendam hingga Gagal Panen
Kendati demikian, warga yang mengelola pesawahan yang terdampak banjir bandang tidak mendapat kompensasi lantaran mereka hanya menggarap lahan milik PT Indonesia Power (IP). (agus satia negara)

INILAHKORAN.ID - banjir bandang yang diakibatkan meluapnya aliran sungai Cibitung-Ciputri, Desa Mukapayung, Kecamatan Cililin, Kabupaten Bandung Barat (KBB) pada Kamis 4 Desember 2025 sore telah merendam lahan pesawahan yang dikelola warga sekitar. Termasuk kebun hingga kawasan objek wisata.

Kendati demikian, warga yang mengelola pesawahan yang terdampak banjir bandang tidak mendapat kompensasi lantaran mereka hanya menggarap lahan milik PT Indonesia Power (IP).

"Kalau kompensasi dari desa itu tidak ada, karena kebanyakan yang kena dampak itu lahannya ada di aliran sungai milik IP juga. Warga itu hanya menggarap saja," kata Kepala Desa Mukapayung Firman Supianto Hadi.

Sehingga, terang dia, sebagian warga sudah mengetahui kondisi karena itu merupakan banjir 5 tahunan.
 
"Ya, warga sudah tahu, cuman yang tidak bisa diprediksi itu hari dan bulannya saja," ucapnya. 

Tak hanya banjir, dia menyebut wilayah Desa Mukapayung juga rawan terjadi bencana longsor. 

"Di mukapayung itu kan kebanyakan perbukitan dan pegunungan tentu ada potensi bencana longsor," ungkap pria yang akrab disapa Anto itu.

Bahkan, Anto mengaku, dirinya mendapat laporan adanya longsor yang menutupi ruas jalan kabupaten.

"Barusan ada laporan longsor, kita imbau warga agar tidak melintas karena khawatir ada longsor susulan," ujarnya.

Namun, Anto memastikan, pihak desa bakal stand by selama 24 jam untuk terus memantau kondisi di lapangan, 

"Kami dari pemerintah desa siap selama 24 jam untuk stand by dan terus memantau kondisi di wilayah," tandasnya. 


Editor : Doni Ramdhani