Imbas Cuaca Ekstrem, Tim SAR Hentikan Sementara Pencarian Korban Longsor di Cisarua di Hari Pertama
Operasi pencarian dan evakuasi korban longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB) dihentikan sementara pada pukul 17.00 WIB hari ini usai berhasil menemukan 10 korban.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID – Operasi pencarian dan evakuasi korban longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB) dihentikan sementara pada pukul 17.00 WIB hari ini usai berhasil menemukan 10 korban.
Dari jumlah korban tersebut, sebanyak 8 kantung korban dalam keadaan utuh, sementara dua diantaranya merupakan potongan atau bagian tubuh korban yang langsung dibawa ke Tim Identifikasi Korban Bencana (DVI) Polda Jawa Barat untuk proses identifikasi lebih lanjut.
Kepala SAR Bandung Ade Dian menyebut, dari total 84 orang yang tercatat dalam daftar pencarian, 3 korban utuh ditemukan pada sesi sore hari ini, sehingga jumlah yang masih perlu dicari menjadi 81 orang.
“Kita akan melanjutkan pencarian lagi pukul 07.00 besok pagi dengan apel dan briefing untuk membagi tugas serta menentukan titik fokus berdasarkan hasil asesmen bersama pemerintah daerah, TNI-Polri, dan relawan,” ujar Ade, Sabtu 24 Januari 2026.
Ade menuturkan, penentuan zona atau titik kerja pencarian besok bakal disusun dalam evaluasi internal Malam ini, dengan dukungan informasi dari Kepala Desa (Kades) daerah terdampak.
"Untuk timbunan longsoran yang mencapai sekitar 5 meter menutupi rumah-rumah terdampak, dengan luas area longsoran mencapai 100 meter lebar dan panjang sekitar 3 kilometer dari puncak hingga ujung longsoran," tuturnya.
Sebanyak 30 unit rumah dari total 34 KK terdampak oleh bencana ini, sementara jumlah pengungsi yang ditempatkan di balai desa sekitar 300 hingga 400 orang.
"Untuk pengelolaan pengungsian ditangani pemerintah daerah, dan akan ada rilis resmi dari Gubernur terkait rencana pemindahan lokasi pengungsian," ujarnya.
Tak cuma itu, sebut Ade, Tim SAR telah menyiapkan alat berat untuk operasi besok, namun penggunaannya akan disesuaikan dengan kondisi lokasi.
Menurutnya, jika tanah longsoran yang bercampur air masih dalam kondisi lunak dan tidak memungkinkan alat berat turun, proses pencarian akan dilakukan secara manual menggunakan alat konvensional (alkon).
“Hari ini kita dihambat oleh cuaca ekstrem yang berubah-ubah dari hujan sedang hingga lebat, serta kondisi tanah yang tidak memungkinkan tim masuk ke area terdampak secara maksimal,” jelasnya.***
Editor : JakaPermana


