Industri Garmen Jabar Gencarkan Negosiasi Tarif Timbal Balik Impor Amerika Serikat

Industri dan pelaku usaha garmen Jawa Barat tengah menggencarkan negosiasi dengan pembeli, terkait tarif timbal balik atau resiprokal impor Amerika Serikat.

Industri Garmen Jabar Gencarkan Negosiasi Tarif Timbal Balik Impor Amerika Serikat
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jawa Barat Nining Yuliastiani

INILAHKORAN, Bandung - Industri dan pelaku usaha garmen Jawa Barat tengah menggencarkan negosiasi dengan pembeli, terkait tarif timbal balik atau resiprokal impor Amerika Serikat.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jawa Barat Nining Yuliastiani mengatakan, dari hasil pertemuan pihaknya dengan ratusan pengusaha garmen dan tekstil, harapan tarif resiprokal 32 persen ke Amerika Serikat dapat turun dan masih mereka jaga.

“Sampai hari ini memang masih berlaku tarif yang 10 persen,” ujar Nining, Minggu 20 April 2025.

Bila menggunakan tarif resiprokal yang dikenal Presiden Amerika Serikat Donald Trump, garmen dikenakan pajak impor 15-17 persen plus 10 persen atau menjadi 25-27 persen.

Tarif baru ini dipastikan akan berdampak pada harga jual ke konsumen di Amerika Serikat.

“Oleh karena itu, para pelaku usaha di Jawa Barat ini masih on call terhadap ekspor ke Amerika, karena masih negoisasi, buyer dari Amerika menginginkan harga ke konsumen tidak terlalu jauh,” ucapnya.

Menurutnya, negoisasi antara produsen dengan buyer ini diharapkan pihaknya bisa mencapai kesepakatan yang tetap menguntungkan bagi kedua belah pihak.

“Kita berharap, kesepakatan negoisasi pelaku usaha dan buyer Amerika ini bisa memberikan happy ending bahwa mereka tetap bisa ekspor ke Amerika dan kompetitif dengan negara-negara lain,” harapnya.

Nining menilai, para pelaku usaha sejauh ini masih optimis dengan upaya negoisasi yang dilakukan para pengusaha maupun pemerintah meski tingkat keuntungan perusahaan akan berkurang.

“Mereka masih optimis walaupun keuntungan usaha akan berkurang, tapi mereka tetap berharap ada insentif dari pemerintah pusat,” kata dia.

Para pelaku usaha garmen di Jabar menurutnya, meminta Pemprov Jabar bisa menjadi fasilitator kebutuhan mereka dengan pemerintah pusat mengingat posisi ekonomi Jabar yang menyumbang 40-42 persen terhadap pertumbuhan ekonomi.

“Kami mengusulkan pada kementerian untuk melakukan hal-hal yang perlu dilakukan seperti memberikan insentif, deregulasi kebijakan ekspor impor, kemudian melakukan percepatan menjalin komunikasi, negoisasi ke Amerika sehingga kita tahu persis skema perdagangan yang menguntungkan kedua belah pihak,” tandasnya. 


Editor : Ahmad Sayuti