Inggris Minta FIFA Beri Keringanan Hukuman yang sama untuk Quansah Seperti Balogun
Inggris meminta FIFA untuk memberi keringanan hukuman yang sama untuk Jarell Quansah seperti Balogun yang mendapat kartu merah.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Inggris akan melawan Norwegia dalam pertandingan 8 besar Piala Dunia pada Minggu, 12 Juli 2026, mendatang.
Jelang pertandingan melawan Norwegia, para politisi Inggris menyeret kontroversi Folarin Balogun dari FIFA ke dalam kampanye Piala Dunia.
Inggris mendesak badan pengatur sepak bola dunia untuk memberikan keringanan disiplin yang sama kepada bek Jarell Quansah seperti yang diberikan kepada striker AS tersebut.
Sementara sebuah komite parlemen Inggris menuntut jawaban atas keputusan awal tersebut dan mendesak FIFA.
Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA) sedang mempertimbangkan berbagai opsi terkait banding, demikian sumber yang mengetahui masalah tersebut mengatakan.
Sementara FIFA tidak menanggapi beberapa permintaan komentar dari Reuters mengenai apakah kasus Jarell Quansah akan dipertimbangkan berdasarkan ketentuan Pasal 27 yang sama dengan Folarin Balogun.
Skandal ini telah menjadi kontroversi terbesar dalam turnamen setelah Presiden AS Donald Trump secara terbuka mengakui bahwa dia menghubungi kepala FIFA Gianni Infantino terkait skorsing Folarin Balogun.
Meskipun Gianni Infantino mengatakan bahwa dia telah memberi tahu presiden AS bahwa badan peradilan FIFA akan memutuskan kasus tersebut secara independen, pengampunan Folarin Balogun telah memicu tuduhan dari otoritas sepak bola dan politisi di seluruh Eropa bahwa tekanan politik mungkin telah memengaruhi proses disiplin sepak bola.
Intervensi anggota parlemen Inggris menandai upaya pertama untuk menerapkan putusan Balogun atas nama pemain lain, yang berpotensi mengubah keputusan yang menurut FIFA dibuat oleh badan peradilannya menjadi ujian yang lebih luas tentang apakah pendekatan yang sama akan diterapkan secara konsisten.
Dalam surat terpisah yang diunggah di platform media sosial, anggota parlemen Partai Buruh Noah Law dan Melanie Onn meminta Gianni Infantino untuk menunda hukuman skorsing satu pertandingan otomatis Quansah menyusul kartu merah melawan Meksiko hingga setelah Piala Dunia, dengan mengutip keputusan FIFA tentang Balogun sebagai preseden.***
Editor : Irma Nurfajri

