Inggris vs Argentina: Dari Perang Falkland hingga Gol Tangan Tuhan

Inggris bakal menantang sang juara bertahan Argentina dalam semifinal Piala Dunia 2026. Laga ini sarat makna atas perseteruan di luar sepak bola.

Inggris vs Argentina: Dari Perang Falkland hingga Gol Tangan Tuhan
Bintang Argentina Lionel Messi.

INILAHKORAN.ID- Duel Inggris kontra Argentina seharusnya sebatas permainan sepak bola. Namun sejarah telah mengarahkan bentrok kedua negara menjadi begitu sarat makna.

Inggris bakal menantang sang juara bertahan di Mercedes-Benz, Stadium, Atlanta, Kamis (16/7) dini hari WIB. Narasi-narasi bergulir menjauh dari pertempuran alot di lapangan hijau. 

Pertandingan ini membuka memori banyak hal. Dari kemenangan Inggris di Piala Dunia 1996 hingga bayang-bayang Perang Falkland tahun 1982. Dari gol 'tangan tuhan' Maradona 1986, hingga bentrokan berdarah tahun 1998 dan 2022.

Ada yang mengenang euforia Tim Tiga Singa tahun 1966 lalu. Ketika itu, kedua tim bentrok dalam perempatfinal Piala Dunia dimana Inggris berstatus tuan rumah. Laga ini diwarnai kartu merah kapten Argentina, Antonio Rattin. Kontroversi muncul, ketika dia berjalan meninggalkan lapangan. 

Dia mengambil bendera Inggris untuk kemudian duduk di karpet merah yang disediakan untuk Ratu Elizabeth II. Dia menolak pergi meski puluhan kaleng bir dari arah suporter Inggris menghujani tubuhnya.

Laga yang berujung kemenangan 1-0 untuk Inggris itu berlangsung brutal. Pemain-pemain Argentina tampil keras menjurus kasar. Di akhir laga, Manajer Inggris, Alf Ramsey melabeli para penggawa Tim Tango sebagai 'binatang buas'.

Ketegangan itu kembali memuncak dua puluh tahun kemudian di Estadio Azteca, Mexico City. Lagi-lagi, kedua tim jumpa di perempat final. Duel ini dibumbui ketegangan kedua negara pada tahun 1982.

Argentina dan Inggris sempat berkonflik singkat mengenai pulau-pulau di Atlantik Selatan yang oleh Inggris disebut Falkland dan oleh Argentina disebut Malvinas. Konflik tersebut mengakibatkan kematian 649 tentara Argentina dan 255 tentara Inggris

Ketika kedua kesebelasan bertarung di lapangan, tensi tinggi tak terhindarkan. Laga juga berlangsung dramatis dan penuh kontroversi. Legenda Argentina Diego Maradona mencetak dua gol melawan Inggris, yang menyingkirkan "Three Lions" dari turnamen.

Maradona menulis dalam otobiografinya "El Diego": "Lebih dari sekadar mengalahkan sebuah tim, ini adalah mengalahkan sebuah bangsa. Tentu saja, sebelum pertandingan kami mengatakan bahwa sepak bola tidak ada hubungannya dengan Perang Malvinas, tetapi ini adalah pembalasan."

Sejatinya, Inggris dan Argentina adalah dua negara yang sejak lama berkonflik. Imigran Inggris, terutama pekerja kereta api, adalah orang pertama yang membawa sepak bola ke Argentina pada abad ke-19. 

Namun, sepak bola Argentina berkembang di jalanan atau di lapangan "potrero" yang sempit dan berdebu, bukan di lapangan sekolah yang diawasi guru. Sepak bola Argentina didefinisikan oleh keterampilan dan kemandirian.

Inggris juga membawa sistem perbankan dan jalur kereta api ke Argentina untuk memfasilitasi ekspor daging sapi dan bahan makanan lainnya dari dataran Pampas, bersamaan dengan hubungan yang hampir bersifat kolonial. 

Namun, hubungan ini, dalam banyak hal, bersifat sepihak, dan kebencian di kalangan elit pro-Inggris ditaburkan bahkan ketika Inggris secara bertahap menarik diri pada pertengahan abad ke-20.

Pada Piala Dunia 2026, para pengawa Argentina sebagian besar menepis topik ini di depan umum. “Ini hanya pertandingan sepak bola. Itu saja. Tidak lebih,” kata pelatih Argentina, Lionel Scaloni, kepada wartawan setelah Argentina mengalahkan Swiss dan mengamankan tempat mereka di semifinal melawan Inggris.

Talenta Muda vs Legenda

Tahun ini, pertarungan Argentina vs Inggris bakal memanggungkan adu kehebatan sang legenda, Lionel Messi melawan sekumpulan talenta hebat milik Inggris.

Sebagian kalangan melabeli Messi sebagai GOAT atau Greatest of All Time atas pencapaian sensasional di level klub dan negara. La Pulga telah meraih segalanya, termasuk menjadi aktor kesuksesan Tim Tango yang memenangkan Piala Dunia 2022 lalu.

Talenta Messi tak lekang ditelan waktu. Di Piala Dunia 2026, dia mencetak 8 gol untuk memimpin daftar top skorer turnamen bersama Kylian Mbappe.

Kehebatan Lionel Messi kini akan diuji Inggris, yang datang dengan skuad matangnya. Pemain muda Anthony Gordon, Declan Rice dan Jude Bellingham bisa klop dengan penggawa senior macam Harry Kane dan John Stones. Dari bek hingga striker kekuatannya sangat merata.

Kiper Jordan Pickford menegaskan, Inggris takkan takut dengan Argentina yang dihuni pemain terbaik. Tiga Singa akan menunjukkannya di semifinal nanti.

"Semua orang akan membicarakan Messi karena dia salah satu GOAT (yang terbaik sepanjang masa) dalam sepakbola," kata Pickford, melansir ITV.

"Namun, kita tidak boleh mengabaikan kemampuan dan bakat yang kami miliki di skuad ini, baik dalam serangan, pertahanan, maupun kekompakan. Kita memiliki semuanya dan itulah yang harus kita tunjukkan pada hari Rabu," tegas Pickford.

Messi sendiri mengaku begitu termotivasi lantaran bakal menjalani pengalaman pertamanya menghadapi Inggris.

"Sejujurnya, ini terasa sangat spesial," ujar Messi, dikutip dari laman resmi FIFA.
Terakhir kali pertemuan Argentina dengan Inggris di Piala Dunia adalah pada edisi 2002 di Korea Selatan dan Jepang. Saat itu Inggris menang 1-0 dan memulangkan Albiceleste lebih awal.

Messi, ketika itu masih berusia 15 tahun. Ia berada di akademi FC Barcelona dan berusaha menembus tim utama Blaugrana sambil bermimpi membela tim nasional Argentina.

"Ini pertandingan yang spesial karena ini pertama kalinya bagi saya. Saya sudah bermain melawan hampir semua tim, kecuali Inggris," kata pemain yang kini berusia 39 tahun itu.

Hal spesial lainnya menurut Messi, adalah karena Inggris adalah tim kuat. Mereka melaju ke semifinal setelah mengalahkan Norwegia 2-1, dan ini adalah semifinal kedua mereka dalam tiga edisi terakhir.

"Dan seperti yang saya katakan, ini spesial karena mereka adalah tim besar, salah satu kekuatan sepak bola dunia. Selalu menyenangkan bermain melawan tim seperti itu, dalam pertandingan sebesar ini, apalagi di semifinal Piala Dunia," pungkas Messi.

HEAD TO HEAD
12/11/05 Inggris 3-2 Argentina
07/06/02 Argentina 0-1 Inggris
23/02/00 Inggris 0-0 Argentina
01/07/98 Argentina 2-2 Inggris (adu penalti 4-3)
25/05/91 Inggris 2-2 Argentina

5 LAGA TERAKHIR Inggris
12/07/26 Norwegia 1-2 Inggris (extra time)
06/07/26 Meksiko 2-3 Inggris
01/07/26 Inggris 2-1 RD Kongo
28/06/26 Panama 0-2 Inggris
24/06/26 Inggris 0-0 Ghana

5 LAGA TERAKHIR Argentina
12/07/26 Argentina 3-1 Swiss (extra time)
07/07/26 Argentina 3-2 Mesir
04/07/26 Argentina 3-2 Cape Verde (extra time)
28/06/26 Yordania 1-3 Argentina
23/06/26 Argentina 2-0 Austria

PRAKIRAAN PEMAIN
Inggris (4-2-3-1): 
Pickford; Konsa, Stones, Guehi, O'Reilly; Rice, Anderson; Saka, Bellingham, Gordon; Kane
Pelatih: Thomas Tuchel

Argentina (4-1-3-2): 
Emiliano Martinez; Molina, Romero, Lisandro Martinez, Tagliafico; Paredes; De Paul, Fernandez, Mac Allister; Messi, Alvarez
Pelatih: Lionel Scaloni


Editor : Bsafaat