Ingin Pantai dan Lautnya Jadi Objek Wisata Unggulan, Garut Siap Belajar ke Pangandaran

Ingin pantainya menarik dan jadi wisata unggulan Pemkab Garut bakal belajar dari Kabupaten Pangandaran soal tata kelola pantai dan laut

Ingin Pantai dan Lautnya Jadi Objek Wisata Unggulan, Garut Siap Belajar ke Pangandaran
Pemkab Garut bakal belajar ke Pangandaran untuk menjadikan pantai dan lautnya jadi objek wisata unggulan.


INILAHKORAN, Garut - Pemerintah Kabupaten Garut tertarik untuk belajar ke Kabupaten Pangandaran dalam keberhasilannya menata objek wisata pantai dan laut.

Pemkab Garut pun berharap wisata pantai di Garut nantinyamenjadi wisata unggulan dan berkontribusi pada pendapatan asli daerah (PAD).

"Kita saat ini sedang belajar ke Pangandaran ya," kata Wakil Bupati Garut Helmi Budiman di Garut, Kamis 3 Maret 2022.

Ia mengatakan alasan tertarik belajar ke Pemkab Pangandaran karena pemerintah daerahnya dinilai telah mampu mengembangkan potensi alamnya seperti pantai dan laut.

Baca Juga: Gandeng Himpaudi Kota Bandung, Susu Steril Tujuh Kurma Asah Kreativitas Tenaga Pendidik

"Belajar ke Pangandaran karena pemerintah di sana berhasil tata kelola wisatanya, termasuk wisata laut," katanya.

Ia menyampaikan Kabupaten Garut yang merupakan satu garis pantai dengan Pangandaran memiliki banyak potensi wisata pantai seperti saat ini yang baru dibangun yakni Pantai Sayang Heulang di Kecamatan Pameungpeuk.

Pemkab Garut dan Provinsi Jabar, kata Helmi, sudah menata ulang kawasan wisata alam Pantai Sayang Heulang hingga saat ini memiliki wajah baru yang diharapkan bisa mendongkrak kunjungan wisatawan.

"Sekarang pengunjungnya memang banyak meskipun tidak sebanyak saat Lebaran dan tahun baru," kata Helmi.

Baca Juga: Apakah Bansos BPNT Wajib Dibelanjakan di Warung Tertentu? Simak Penjelasanya!

Ia berharap wisatawan maupun masyarakat sekitar untuk menjaga sarana dan prasarana yang baru dibangun di kawasan wisata Pantai Sayang Heulang untuk kenyamanan bersama.

Pemkab Garut, kata dia, selama ini terus menata kawasan wisata salah satunya melakukan penghijauan, pengelolaan parkir, kebersihan, dan sebagainya.

"Pembangunannya masih kami kawal, saya khawatir pengelolaannya tidak baik, saya minta kepada pengelola agar sungguh-sungguh. Parkir mohon diatur, pedagang diatur, penyewaan sarana juga diatur, jangan semrawut," katanya.(ant)


Editor : inilahkoran