Ini 4 BLUD Jabar yang Simpan Uang di Deposito Perbankan

Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Jabar Norman Nugraha mengungkapkan, ada empat Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) yang menyimpan uangnya dalam bentuk deposito di perbankan.

Ini 4 BLUD Jabar yang Simpan Uang di Deposito Perbankan
Empat BLUD tersebut yakni Rumah Sakit Welas Asih, Rumah Sakit Paru Sidawangi, Rumah Sakit Pameungpeuk, dan Rumah Sakit Jampangkulon. (ilustrasi/net)

INILAHKORAN, Bandung - Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Jabar Norman Nugraha mengungkapkan, ada empat Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) yang menyimpan uangnya dalam bentuk deposito di perbankan.

Empat BLUD tersebut yakni Rumah Sakit Welas Asih, Rumah Sakit Paru Sidawangi, Rumah Sakit Pameungpeuk, dan Rumah Sakit Jampangkulon.

"Tapi sebagian, tidak semua didepositokan. Tapi ada sebagian keuangannya yang didepositokan," ujar Norman, Kamis 23 Oktober 2025.

Menurutnya, dalam situasi itu Pemprov Jabar tidak bisa melakukan intervensi agar BLUD membelanjakan seluruh keuangannya. Lantaran pengelolaan BLUD bersifat khusus.

"Kalau BLUD itu, jadi karena unit organisasinya bersifat khusus, jadi diberikan keleluasaan untuk melakukan proses pengelolaannya sendiri. Seperti itu. Dan kami lihat bahwa di empat rumah sakit itu ada yang mendepositokan sebagian. Sebagian alokasi keuangannya di bank," ucapnya.

Meski demikian, pihaknya menyarankan agar kebutuhan belanja BLUD dapat diinventarisir. "Jadi ketika ada belanja yang dibayarkan, ya tentunya juga kan nggak mesti juga didepositokan," katanya.

Pihaknya juga sudah melakukan komunikasi dengan BLUD, agar membuat perencanaan belanja yang matang untuk operasional. Dia pun menegaskan, dalam deposito yang dilakukan BLUD ini, tidak ada hal yang dilanggar.

"Tidak, tidak ada aturan yang dilanggar, nggak ada," ujarnya.

Sebelumnya, Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah 2025 yang diadakan di Kantor Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Jakarta, Senin 20 Oktober 2025 lalu, meminta pemerintah daerah jangan mengendapkan keuangannya. Salah satunya berdasarkan data Bank Indonesia, ada Provinsi Jabar yang menyimpan uangnya sebesar Rp4,17 triliun di bank.

Buntutnya, Gubernur Dedi Mulyadi melakukan verifikasi dengan mendatangi Bank Indonesia pada Rabu 22 Oktober 2025 kemarin.

“Ini kita sudah selesai mendapat penjelasan dari Bank Indonesia. Bank Indonesia ini adalah bank sentral, jadi jangan sampai ada pertanyaan atau pernyataan yang keliru. Jadi, ada enggak duit Rp4,1 triliun yang deposito?," kata Dedi dalam rekaman video.

"Tidak ada Pak," jawab Sekda Jabar Herman Suryatman.

Dari klarifikasi BI, diketahui dana yang tercatat per 30 September 2025 sebesar Rp3,8 triliun bukan deposito, melainkan kas daerah dalam bentuk giro. Sementara dana lainnya merupakan deposito milik Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) yang dikelola secara mandiri di luar kas Pemprov Jabar.

“Yang ada adalah pelaporan keuangan per 30 September, ada dana yang tersimpan di kas daerah dalam bentuk giro sebesar Rp3,8 triliun. Sisanya adalah deposito BLUD di luar kas daerah yang menjadi kewenangannya BLUD masing-masing,” jelasnya.

Lebih lanjut, Dedi memastikan dana Rp3,8 triliun itu kini sudah digunakan untuk berbagai keperluan pemerintahan, mulai dari proyek pembangunan, pembayaran gaji pegawai, perjalanan dinas, hingga biaya operasional.

“Uang Rp3,8 triliun ini hari ini sudah dipakai untuk bayar proyek, gaji pegawai, belanja perjalanan dinas, bayar listrik, air, dan pegawai outsourcing,” ungkapnya.

Dengan penjelasan itu, Dedi menepis tudingan bahwa Pemprov Jabar mengendapkan dana di deposito untuk kepentingan bunga bank.

“Tidak ada pengendapan atau penyimpanan uang pemerintah provinsi disimpan di deposito untuk diambil bunganya. Tidak ada. Awas ya, tidak ada,” tegasnya.

Meski begitu, Dedi menanggapi santai alasan data 30 September masih muncul dalam paparan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa saat Rakor Pengendalian Inflasi Daerah pada 20 Oktober 2025 lalu.

“Begitulah,” ujarnya singkat.

Dedi menambahkan, posisi kas daerah Pemprov Jabar terus bergerak sesuai kebutuhan belanja dan bersifat fluktuatif.

“Apa yang dinyatakan bahwa uang yang ada di kas daerah hari ini Rp2,5 triliun, kemarin Rp2,3 triliun, sebelumnya Rp2,4 triliun, itu yang benar,” katanya.


Editor : Doni Ramdhani