Ini Kata Bey Machmudin, Soal BUMD Jabar yang Hidup Segan Mati Tak Mau
Pj Gubernur Jabar Bey Machmudin mengaku dilema, soal BUMD yang 'Hidup Segan Mati Tak Mau'.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Pj Gubernur Jabar Bey Machmudin mengaku dilema, soal BUMD yang 'Hidup Segan Mati Tak Mau'.
Dimana dari 41 BUMD milik Pemprov Jabar, hanya dua yang produktif dan berkontribusi memberikan deviden bagi PAD. Sementara sisanya, tidak memberikan hasil malah ada yang merugi.
Sebab itu, kata Bey Machmudin, yang bisa dilakukan Pemprov Jabar hanya efisiensi. Mengurangi jumlah anggota komisaris dan direksi BUMD yang tidak produktif.
"Memang harus diakui seperti itu kondisinya. Kami sedang berusaha memperbaiki kinerjanya, dengan perampingan komisaris dan direksi," ujarnya di Kota Bandung, Rabu 17 Juli 2024.
Disinggung mengenai kans ditutupnya BUMD atau merger, Bey Machmudin mengatakan hal tersebut tidak mudah dilakukan.
Sebab ada prosedur panjang yang dilakukan, untuk melakukan merger maupun penutupan BUMD.
"Merger belum, tapi kami akan lakukan efisiensi. Ada proses penutupan tidak gampang. Jadi akan direksturisasi atau apa," ucapnya.
Sebelumnya, Anggota DPRD Jabar Daddy Rohanady meminta Pemprov selaku pemilik BUMD untuk melakukan kajian terhadap perusahaan yang tidak produktif.
Daddy mengatakan, dengan kondisi pendapatan asli daerah (PAD) yang tengah lesu, efisiensi harus dilakukan. Terutama penyertaan modal bagi pada BUMD.
Sebab itu kata Daddy, bila 41 BUMD milik Pemprov Jabar tidak produktif dan belum mampu memberikan deviden bagi PAD untuk APBD, maka yang harus dilakukan adalah dua, merger atau dibubarkan.
Daripada lanjut dia, terus-terusan menggerogoti APBD melalui penyertaan modal, tapi tidak memberikan timbal balik positif bagi Jawa Barat.
"BUMD, kita minta due diligence sebetulnya. Peninjauan secara tuntas. Kalau perlu di merger ya di merger. Kalau bisa dibubarkan, bubarkan saja daripada terus-terusan nyedot APBD," ujar Daddy di Kantor DPRD Jabar, Kota Bandung baru-baru ini.
Sejauh ini lanjut dia, hanya dua BUMD yang sehat dan berkontribusi bagi Jawa Barat, dari total 41 BUMD tersebut. Yakni Bank BJB dan PT Migas Utama Jabar (MUJ).
Selebihnya kata dia, tidak memberikan kontribusi berarti. Jangkan untuk memberikan deviden dalam membantu membangun Jabar, menghidupi perusahaannya sendiri pun masih sulit.
Padahal Pemprov Jabar tutur Daddy, sangat berharap sokongan dari BUMD, seiring dengan menurunnya realisasi PAD.
"Peningkatan yang kita harapkan, salah satunya dari BUMD karena kita sudah investasi begitu besar. Tapi kenyataannya, dari semua BUMD, hanya dua yang sehat. Sisanya silakan cek sendiri. Itu yang kita harapkan, mereka memberikan deviden bermakna membiayai pos pembangunan kita," tandasnya.
Editor : Doni Ramdhani

