Ini Langkah Polisi di Garut Siasati Indikasi Penimbunan Minyak Goreng

Polres Garut bekerjasama dengan instansi terkait akan melakukan pengawasan sebagai antisipasi penumbunan minyak goreng di pasaran

Ini Langkah Polisi di Garut Siasati Indikasi Penimbunan Minyak Goreng
Kapolres Garut AKBP Wirdhanto sudah menginstruksikan jajarannya dan bekerjsama dengan instansi terkait akan melakukan pengawasan antisipasi penimbunan minyak goreng di pasaran.

INILAHKORAN, Garut -  Kapolres Garut AKBP Wirdhanto  menginstruksikan seluruh jajarannya untuk memantau ketersedian minyak goreng untuk mengantisipasi adanya penimbunan.

Pemantaun akan dilakukan kepolisian dengan instansi terkait di Pemkab Garut dalam kegiatan operasi pengawasan antisipasi penimbunan minyak goreng yang saat ini mulai langka.

"Kami bagian dari Satgas Pangan melakukan operasi dengan dinas terkait untuk bagaimana melakukan langkah-langkah memastikan pasokan minyak goreng," kata Kepala Kepolisian Resor Garut AKBP Wirdhanto Hadicaksono, Senin 21 Februari 2022.

Baca Juga: Kasus Positif Covid-19 Terus Meningkat, BOR Rumah Sakit di Indramayu Capai 31 Persen

Ia menuturkan ketersediaan minyak goreng di pasaran masih terbatas, pemerintah selama ini sudah menetapkan harga eceran tertinggi sebesar Rp14 ribu per liter.

Selama kelangkaan ini, kata dia, jajarannya tidak menemukan adanya pihak yang melakukan penimbunan minyak goreng untuk mendapatkan keuntungan lebih besar.

"Kami melakukan pengecekan dengan Indag (Dinas Perindustrian dan Perdagangan) sementara belum ditemukan penimbunan," katanya.

Baca Juga: Disbudpar Cirebon Akan Memaksimalkan Potensi Wisata Budaya Tarik Wisatawan

Ia menegaskan jika kemudian hari menemukan pihak menimbun minyak goreng sehingga terjadi kelangkaan di pasaran, maka jajarannya akan menindak tegas sesuai aturan hukum yang berlaku.

"Ada pasalnya penyimpanan tanpa izin, nanti dilakukan penegakan hukum," katanya.

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Sumber Daya Mineral Kabupaten Garut Nia Gania Karyana menyatakan, persediaan minyak goreng kemasan di pasaran masih langka karena terbatasnya pasokan ke Garut.

Baca Juga: Kabar Baik Untuk Buruh! Presiden Jokowi Akan Resmikan JKP, Ini Waktunya

Selama ini, kata dia, masih ada warga yang antre untuk mendapatkan minyak goreng dengan harga Rp14.000 per liter karena pasokan minyak goreng di pasar modern masih terbatas dan dilakukan secara bergilir.

"Memang tidak setiap saat kondisi minyak goreng itu ada di setiap swalayan, bergilir gitu ya, jadi kalau ada hampir 275 pasar swalayan yang ada di Kabupaten Garut sampai ke Cisewu, itu belum tentu di Cisewu hari ini ada," katanya. (antara)


Editor : inilahkoran