Inilah Amalan-amalan Penghapus Dosa di Hari Jumat

Kita disarankan melakukan amalan-amalan tertentu di Hari Jumat agar mendapatkan ampunan dari Allah Ta'ala.

Inilah Amalan-amalan Penghapus Dosa di Hari Jumat
Sholat Jumat jadi puncak dari amalan-amalan penghapus dosa di Hari Jumat.

INILAHKORAN, Bandung- Hari Jumat sangatlah spesial bagi umat muslim. Hari dimana banyak amalan-amalan penghapus dosa.

Sering tidak kita sadari, amalan-amalan penghapus dosa di Hari Jumat itu adalah hal yang sangat mudah dilakukan.

Tentu saja, ibadah sholat jadi satu dari serangkaian amalan-amalan penghapus dosa yang dilakukan pada Hari Jumat.

Baca Juga: Dahsyatnya Keutamaan Berhubungan Intim Hari Jumat Pagi, Ustaz Khalid Basalamah: Yang Belum Nikah Kasihan

Mari kita simah hadist dari Rasulullah shallalahu 'alaihi wa sallam berikut ini:

"Barangsiapa yang berwudhu lalu memperbagus wudhunya kemudian dia mendatangi shalat Jumat, dia mendengarkan khutbah dan diam, maka akan diampuni dosa-dosanya antara Jumat dengan Jumat yang akan datang, ditambah tiga hari. Dan barangsiapa yang bermain kerikil, sungguh ia telah berbuat sia-sia,". (HR. Muslim).

Berdasarkan hadits di atas, dosa-dosa kita dari Hari Jumat ke Jumat akan Allah ampuni dengan sebab amalan yang kita lakukan pada Hari Jumat.

Tahapan amalan Hari Jumat agar Allah mengampuni dosa kita adalah yang pertama kita berwudhu dengan sempurna dalam rangka menghadiri shalat Jumat.

Baca Juga: Meninggal Malam Jumat Dijamin Aman dari Siksa Kubur? Begini Penjelasan Hadis Nabi

Dan sebaiknya wudhu ini dilakukan di rumah. Sebab hal ini memiliki keutamaan tersendiri.

Berikutnya datang ke masjid lebih awal agar kita tidak tertinggal khutbah dari pertama khatib/imam naik mimbar.

Hal ini memiliki banyak keutamaan, diantaranya adalah kita akan mendapatkan shaf lebih dekat dengan imam dan ini adalah keutamaan.

Nama kita akan dicatat malaikat yang ada di pintu masjid karena kita datang sebelum khatib naik mimbar.

Baca Juga: Reminder! 3 Cara Mencari Waktu Mustajab untuk Berdoa Jumat Sore Nanti

Lalu, kita diam khusyuk mendengarkan khutbah imam dari awal hingga selesai.

Bukan tertidur maupun melakukan suatu hal/perbuatan meskipun hal itu baik.

Misalnya dalam rangka amar maruf nahi mungkar, saat khutbah berlangsung kita menegur jamaah yang lain untuk diam. Maka itu sebuah kesia-siaan.

Mari dirikan ibadah shalat Jumat dengan memerhatikan hadits di atas agar kita mendapatkan keutamaan berupa diampuninya dosa kita oleh Allah dari Jumat ke Jumat.

Allahu Alam.***


Editor : inilahkoran