Inovasi Digital Perkuat Produktivitas dan Daya Saing Ekonomi Jabar
Kepala BI Jabar Junanto Herdiawan menegaskan inovasi digital menjadi salah satu penggerak peningkatan produktivitas dan daya saing ekonomi Jabar.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Kepala Bank Indonesia (BI) Jabar Junanto Herdiawan menegaskan inovasi digital menjadi salah satu penggerak peningkatan produktivitas dan daya saing ekonomi Jabar.
Menurutnya, pemanfaatan teknologi yang semakin luas membuka peluang bagi pelaku usaha, pemerintah, dan masyarakat untuk meningkatkan efisiensi, memperluas akses pasar, serta menciptakan nilai tambah baru.
Untuk memastikan manfaat tersebut semakin optimal, pengembangan inovasi digital perlu diiringi dengan penguatan ekosistem, talenta, serta kolaborasi antarpemangku kepentingan.
Di Jabar, Junanto menuturkan penguatan inovasi digital terus dilakukan melalui kolaborasi BI Jabar bersama pemerintah daerah, perguruan tinggi, dunia usaha, dan berbagai pemangku kepentingan.
Kolaborasi tersebut diarahkan untuk mempertemukan perkembangan teknologi dengan kebutuhan nyata masyarakat dan dunia usaha, sehingga inovasi yang dikembangkan tidak berhenti pada tahap gagasan, tetapi dapat memberikan nilai tambah dan mendukung peningkatan produktivitas ekonomi daerah.
Salah satu aspek yang terus diperkuat adalah sinergi antara dunia pendidikan, regulator, dan industri dalam pengembangan teknologi dan sumber daya manusia.
BI Jabar memperkuat kolaborasi dengan akademisi dan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat melalui Training of Trainers guru-guru yang tergabung dalam Musyawarah Guru Mata Pelajaran Ekonomi Jawa Barat serta sekolah PAKAI QRIS.
Selain itu, kolaborasi dengan Perguruan Tinggi juga dilakukan melalui percepatan dan perluasan digitalisasi di area Perguruan Tinggi dengan menyelenggarakan Bandung QRIS Art & Cullinary (BQAC) bersama Pasar Seni ITB, yang memadukan edukasi dan literasi digital dengan seni, ekonomi kreatif, dan kuliner lokal dengan mengusung pembayaran berbasis QRIS.
Penguatan ekosistem tersebut juga diarahkan untuk menjawab kebutuhan Jawa Barat sebagai salah satu hub industri nasional dengan basis ekonomi yang beragam. Pemanfaatan teknologi seperti kecerdasan artifisial (AI), sistem pembayaran digital, dan berbagai solusi digital lainnya memiliki peluang untuk meningkatkan efisiensi proses bisnis, memperluas akses pasar, serta mendukung pengembangan model usaha baru.
Hingga Agustus 2026, tercatat 10,54 juta merchant QRIS di Jabar dengan 3,58 miliar transaksi. Pemanfaatan tersebut memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam bertransaksi sekaligus mendukung pelaku usaha dalam mengadopsi sistem pembayaran yang lebih efisien dan terdokumentasi.
Pemanfaatan inovasi digital juga diperkuat melalui edukasi dan peningkatan kapasitas masyarakat serta pelaku usaha. KPwBI Jabar bersama pemerintah daerah, Penyelenggara Jasa Pembayaran (PJP), perbankan, komunitas, dan berbagai mitra strategis melaksanakan berbagai program edukasi dan aktivitas digitalisasi sistem pembayaran yang mencakup edukasi keamanan transaksi digital, pemanfaatan QRIS, literasi digital, serta perluasan akseptasi digital.
"Sepanjang tahun 2026, program tersebut telah menjangkau masyarakat, mahasiswa, peserta/pelaku UMKM dan menghasilkan peningkatan pemahaman dalam penggunaan QRIS dalam berbagai aktivitas ekonomi," ujarnya dalam keterangan resmi yang diterima, Selasa (29/9/2026).
Editor : Doni Ramdhani

