Insiden Pemusnahan Amunisi di Garut Jadi Sorotan, DPR Ingatkan TNI: Jangan Ulangi Sejarah Kelam Ledakan Cilandak 1984

DPR RI mengingatkan agar jangan sampai ada ledakan seperti di Cilandak akibat pemusnahan amunisi

Insiden Pemusnahan Amunisi di Garut Jadi Sorotan, DPR Ingatkan TNI: Jangan Ulangi Sejarah Kelam Ledakan Cilandak 1984

INILAHKORAN - Insiden ledakan saat pemusnahan amunisi di Garut yang menewaskan 13 orang memicu sorotan serius dari kalangan legislatif.

Anggota Komisi I DPR RI, Amelia Anggraini, mendesak TNI untuk lebih ketat dalam mensterilkan lokasi pemusnahan amunisi agar insiden serupa tidak kembali terulang.

Amelia menegaskan bahwa proses penghancuran amunisi kadaluarsa seharusnya dilakukan jauh dari pemukiman warga.

Ia menyoroti pentingnya tanggung jawab penuh dari TNI dan aparat terkait dalam mengelola gudang amunisi, terutama yang berada di dekat kawasan padat penduduk.

"Lokasi pemusnahan harus steril dari aktivitas warga. Jangan ada celah bagi masyarakat untuk mendekat atau bahkan mengakses sisa material, karena itu sangat berisiko," tegas Amelia.

Ia mengingatkan bahwa praktik pengambilan sisa material oleh warga—sebagaimana diduga terjadi dalam tragedi Garut—bisa memicu ledakan susulan dan menambah korban jiwa.

Sebagai anggota Komisi I yang membidangi pertahanan dan militer, Amelia mendorong Kementerian Pertahanan bersama jajaran TNI untuk meninjau ulang dan merelokasi gudang-gudang amunisi yang berada di wilayah padat. Ia juga menilai perlu adanya redesain sistem penyimpanan amunisi yang memperhitungkan perubahan tata ruang dan kepadatan penduduk.

"Relokasi memang tidak mudah karena dulu gudang dibangun di wilayah terpencil, namun kini daerah-daerah itu telah berkembang menjadi kawasan hunian. Situasi ini tidak boleh diabaikan," katanya.

Amelia juga menekankan perlunya pembaruan standar keamanan nasional dalam pemusnahan amunisi. Celah interaksi warga dengan bahan peledak harus benar-benar ditutup, baik dalam bentuk kegiatan resmi maupun aktivitas informal yang luput dari pengawasan.

Sebagai bentuk tanggung jawab negara, ia mendesak pemerintah untuk memberikan perhatian nyata kepada korban dan keluarga terdampak.

"Kami di Komisi I DPR RI berkomitmen terus mengawal sistem pengelolaan amunisi agar lebih aman. Ini demi keselamatan prajurit dan masyarakat," ujar Amelia.

Ia juga menyampaikan duka mendalam atas gugurnya empat personel TNI dan sembilan warga sipil dalam tragedi di Cibalong, Garut. Amelia mengingatkan bahwa Indonesia pernah mengalami tragedi serupa, seperti ledakan gudang amunisi di Cilandak pada 1984 yang juga menelan korban jiwa.

“Sejarah kelam itu jangan sampai terulang. Ini saatnya pembenahan menyeluruh,” tutupnya.


Editor : Firda Rachmawati