Internet Satelit dan Drone Dikerahkan, Diskominfo Jabar Percepat Penanganan Longsor Cisarua

Diskominfo Pemprov Jawa Barat memenfaatka satelit berbasis internet, dan penggunaan drone untuk membantu pencarian korban longsor di Cisarua. (istimewa)

Internet Satelit dan Drone Dikerahkan, Diskominfo Jabar Percepat Penanganan Longsor Cisarua
Diskominfo Pemprov Jawa Barat memenfaatka satelit berbasis internet, dan penggunaan drone untuk membantu pencarian korban longsor di Cisarua. (istimewa)

INILAHKORAN.ID – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat mengerahkan dukungan teknologi informasi, untuk mempercepat penanganan longsor di Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB). 

Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Jawa Barat menyiapkan jaringan internet berbasis satelit, guna memastikan komunikasi dan pengolahan data di lokasi bencana longsor Cisarua berjalan optimal.

Sebanyak dua unit perangkat jaringan internet dipasang di sekitar titik longsor. Langkah ini menjadi krusial di tengah kondisi darurat, ketika kelancaran komunikasi menjadi faktor penentu efektivitas penanganan bencana.

Kepala Diskominfo Jabar, Adi Komar menegaskan, kehadiran jaringan internet stabil memungkinkan koordinasi lintas instansi berlangsung tanpa hambatan, sekaligus mendukung pengolahan data lapangan secara real time.

“Kami menghadirkan jaringan internet yang stabil sehingga memudahkan penanganan longsor,” ujar Adi, dikutip Selasa 27 Januari 2026.

Tak hanya itu, Diskominfo Jabar juga menurunkan teknologi pemetaan udara melalui pengoperasian drone. Citra udara kawasan terdampak longsor dikumpulkan untuk kebutuhan pemetaan dan analisis, yang selanjutnya diolah menjadi basis data bagi Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat dalam merumuskan kebijakan penanganan lanjutan.

Sebagai bagian dari pengelolaan informasi publik, Diskominfo Jabar turut mengaktifkan pusat informasi di Kantor Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua. Pusat informasi ini berfungsi menyajikan data dan perkembangan terkini secara akurat, guna mencegah simpang siur informasi di tengah masyarakat.

Dukungan penanganan bencana juga datang dari Dinas Sosial (Dinsos) Jawa Barat melalui Tim Layanan Dukungan Psikososial (LDP). Tim ini melakukan pemeriksaan kesehatan mental terhadap 105 pengungsi yang menempati Aula dan GOR Desa Pasirlangu.

Ketua Tim Pelayanan dan Pemulihan Sosial, Rudy, menjelaskan pemeriksaan dilakukan menggunakan instrumen Self Reporting Questionnaire 20 (SRQ-20) untuk mengidentifikasi kondisi kesehatan mental para penyintas pascabencana.

“Pemeriksaan ini bertujuan mengetahui tingkat stres, kecemasan, serta potensi gangguan psikologis lainnya pada penyintas,” ujarnya.

Pemeriksaan menyasar penyintas yang terdampak langsung longsor, mulai dari kelompok remaja hingga lansia. Sementara itu, kondisi kesehatan fisik para pengungsi juga terus dipantau secara terpadu oleh Dinas Kesehatan Jawa Barat, Kementerian Kesehatan, serta mahasiswa Universitas Jenderal Achmad Yani. (Yuliantono)


Editor : Ahmad Sayuti