IPB University Luncurkan Alat Pemantauan Kesehatan Kuda Berbasis AI dan IoT

IPB University melaunching IPBHalter sebagai solusi inovatif dalam pemantauan kesehatan kuda yang dirancang untuk merevolusi manajemen kesehatan kuda melalui pemanfaatan teknologi artificial Intelligence (AI) dan internet of things (IoT). 

IPB University Luncurkan Alat Pemantauan Kesehatan Kuda Berbasis AI dan IoT
Alat pemantau kesehatan kuda IPBHalter berbasis AI dan IoT yang dikembangkan tim peneliti IPB University dan PT Bio Farma itu hadir untuk menurunkan angka kematian kuda. Khususnya akibat kolik, salah satu masalah kesehatan kuda yang paling sering terjadi dan mematikan. (rizki mauludi)

INILAHKORAN, Bogor - IPB University melaunching IPBHalter sebagai solusi inovatif dalam pemantauan kesehatan kuda yang dirancang untuk merevolusi manajemen kesehatan kuda melalui pemanfaatan teknologi artificial Intelligence (AI) dan internet of things (IoT). 

Alat pemantau kesehatan kuda IPBHalter berbasis AI dan IoT yang dikembangkan tim peneliti IPB University dan PT Bio Farma itu hadir untuk menurunkan angka kematian kuda. Khususnya akibat kolik, salah satu masalah kesehatan kuda yang paling sering terjadi dan mematikan.

Ketua Tim Peneliti IPB University Sony Hartono Wijaya mengatakan, kolik merupakan gangguan kesehatan kuda menjadi salah satu penyebab utama kematian. Kontribusinya, rata-rata 30,13 persen kematian kuda per tahun. 

Pada 2019 mencatat angka kematian kuda tertinggi akibat kolik, mencapai 44 persen, sementara pada 2021 sebesar 35 persen. Rata-rata, sebanyak tujuh kuda mengalami kolik setiap tahunnya, namun tingkat kesembuhan hanya 15,38 persen.

"Dengan mengatasi masalah ini, selain meningkatkan kesejahteraan kuda, juga dapat memberikan keuntungan ekonomi yang signifikan, dengan potensi penghematan mencapai Rp351.400.000 per tahun melalui pencegahan kematian rata-rata enam kuda setiap tahun," kata Sony di IICC Botani.

Sony memaparkan, IPBHalter adalah perangkat pemantauan kesehatan canggih yang dirancang untuk melacak data biometrik dan perilaku kuda secara real-time. Teknologi ini terdiri atas dua node IoT utama yaitu IoT Node Halter dan IoT Node Room. 

IoT Node Halter merupakan perangkat yang dipasangkan pada kuda (alat kendali di kepala kuda) untuk mengukur dan memantau tanda vital kuda secara terus menerus seperti suhu tubuh, laju pernapasan, detak jantung, dan saturasi oksigen. 

"Adapun IoT Node Room berupa unit pemantauan kondisi lingkungan kandang seperti suhu, kelembapan, kualitas udara (mengukur gas CO, NO2, NH3) dan intensitas cahaya. Kedua node ini bekerja secara bersinergi dengan mencatat dan mentransmisikan data real-time ke platform berbasis cloud, yang membentuk ekosistem pemantauan kesehatan kuda terintegrasi," paparnya.

Sony menjelaskan, sistem ini menggunakan algoritma AI dan pembelajaran mesin untuk mengklasifikasikan kondisi kesehatan kuda dan mendeteksi tanda-tanda awal masalah kesehatan, seperti kolik. Teknologi ini mendukung diagnosis dini serta memberikan notifikasi instan untuk tindakan cepat sehingga memungkinkan penanganan lebih efektif dalam situasi darurat.

"IPBHalter diperkuat dengan aplikasi berbasis desktop, web dan mobile, yang memungkinkan pengguna untuk memantau data kesehatan dan mendapatkan peringatan dini kapan saja," jelasnya.

Sony membeberkan, sistem ini dilengkapi dengan Application Programming Interface (API) yang mendukung integrasi dengan solusi digital lainnya, memastikan fungsionalitas yang lancar di berbagai lingkungan. Dengan pemanfaatan AI, ia Sony mengatakan, IPBHalter dapat menganalisis posisi tubuh dan perilaku kuda secara real-time, menawarkan pendekatan yang menyeluruh terhadap manajemen kesehatan kuda.

"Kemudian kemampuan pengawasan real-time ini, ditambah dengan analitik prediktif, menjadikan IPB Halter sebagai alat revolusioner dalam mengurangi angka kematian dan meningkatkan kesehatan kuda secara keseluruhan," bebernya.

Sony menilai peluncuran IPBHalter merupakan tonggak penting dalam upaya IPB University dan PT Bio Farma untuk memimpin kemajuan teknologi di bidang pertanian dan ilmu kedokteran hewan.


Editor : Doni Ramdhani