Jabar Banyak Prestasi, Ridwan Kamil Enggan Berpuas Diri
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengaku tidak berpuas diri kendati selama periode kepemimpinannya Pemprov Jabar telah membukukan 354 prestasi nasional dan internasional
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung-Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengaku tidak berpuas diri kendati selama periode kepemimpinannya Pemprov Jabar telah membukukan 354 prestasi nasional dan internasional. Ridwan Kamil memastikan, masih banyak masalah yang harus dibenahi oleh Pemprov Jabar.
Ridwan Kamil mengatakan, pada tahun terakhir periode kepemimpinannya sebagai gubernur Jabar masih ada beberapa hal yang akan diperhatikan. Diketahui, masa jabatan Ridwan Kamil sebagai Gubernur Jabar akan berakhir pada 7 September 2023 mendatang.
"Di tahun terakhir saya akan memperhatikan hal yang kurang kan sudah ada 345 kita tidak boleh berpuas diri masalah juga masih banyak," ujar Ridwan Kamil di sela rapat paripurna dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) ke-77 Jawa Barat, Jumat 19 Agustus 2022.
Salah satu yang akan menjadi perhatiannya yaitu memastikan infrastruktur termasuk jalan mulus di wilayah Jabar. Mengingat selama Pandemi Covid-19 Pemprov Jabar melakukan sejumlah refocusing anggaran..
"Di dua tahun terakhir akan dikembalikan sehingga diakhir jabatan saya jalannya rapi-rapi," ucapnya.
Hal lainnya, dia mengatakan, yaitu upaya penuntasan kemiskinan meskipun saat ini berdasarkan laporan angka kemiskinan di Jabar turun. Termasuk angka pengangguran.
"Ekonomi juga baik, desa-desa juga sudah pada mandiri, insya Allah tidak ada alasan untuk tidak bangga sebagai masyarakat Jabar," katanya.
Di awal menjabat sebagai Gubernur pada 2018 lalu, Ridwan Kamil mengungkapkan, masih ada desa tertinggal di Jabar. Pada tahun 2022 ini, Pemprov Jabar melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakay dan Desa sukses meningkatkan strata desa dari 18 desa tertinggal menjadi zero desa tertinggal.
"Desa mandiri juga melompat dari hanya 30-an menjadi 1100-an," katanya.
Menurut dia, dengan hilangnya status desa tertinggal dan sangat tertinggal termasuk melompatnya angka desa mandiri menunjukan pembangunan di desa telah merata. Hal tersebut dapat terealisasi dengan sokongan sejumlah program yang telah digagas.
"Salah satunya dengan program desa digital, satu desa satu perusahaan, keberpihakan anggaran, program petani milenial," jelas dia. (Riantonurdiansyah)
Area lampiran
Editor : Ahmad Sayuti

