Jabar Dihantam Bencana Hidrometeorologi, KDM Minta Maaf dan Bakal Modifikasi Cuaca
Menyikapi persoalan ini, Gubernur Jabar Dedi Mulyadi menyampaikan permintaan maafnya kepasa masyarakat yang terdampak. Sebab, pemerintah belum mampu memberikan pelayanan yang maksimal.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Bencana hidrometeorologi, khususnya banjir menghantam sejumlah wilayah di Jawa Barat, akibat intensitas hujan yang tinggi.
Menyikapi persoalan ini, Gubernur Jabar Dedi Mulyadi menyampaikan permintaan maafnya kepasa masyarakat yang terdampak. Sebab, pemerintah belum mampu memberikan pelayanan yang maksimal.
Solusi terdekatnya, kembali menata kawasan Puncak, Kabupaten Bogor sebagai wilayah serapan air. Mengingat, banjir yang terjadi seperti di Bekasi, Karawang merupakan baniir kiriman dari Bogor.
“Untuk semuanya, mohon maaf kalau pelayanan kami belum bisa memuaskan semua pihak. Hujan yang tidak berhenti berdampak pada banjir, semakin meningkat di wilayah Sukabumi hari ini, wilayah Bekasi, Karawang dan Cirebon. Hari ini saya fokus untuk membenahi wilayah Puncak, untuk kembali ke awalnya menjadi wilayah hutan, kembali menjadi wilayah perkebunan,” ujar Dedi Mulyadi atau KDM di akun Instagram pribadinya, @dedimulyadi71, yang dikutip Minggu 9 Maret 2025.
Langkah yang dilakukan adalah membongkar bangunan, dimana dinilai sebagai penyebab terganggunya stabilitas serapan air.
“Kebijakan saya, membuka wilayah Puncak bangunan-bangunannya saya bongkar. Tujuannya adalah mengembalikan kembali fungsi-fungsi resapan air dan rencananya akan dihutankan kembali,” ucapnya.
Selain itu, menyikapi hujan ekstrem ini pihaknya bakal mengadakan modifikasi cuaca selama 10 hari. Diharapkan, dengan pola ini dapat mengurangi intensitas hujan di Jabar.
"Mudah-mudahan modifikasi itu bisa mengurangi beban air yang jatuh ke wilayah-wilayah rawan banjir. Kami sudah memproses, mudah-mudahan langkah ini bisa meringankan beban masyarakat Jabar yang mengalami kebanjiran," kata KDM.
KDM juga mengapresiasi seluruh stakeholders yang telah bahu-membahu melakukan penanganan terhadap dampak banjir yang terjadi.
"Saya ucapkan terimakasih atas dukungan semuanya dan mohon doanya, agar seluruh jajaran yang bekerja setiap hari menyelesaikan masalah warga diberikan kesehatan," tandasnya. (Yuliantono)
Editor : Ahmad Sayuti

