Jembatan Gantung Terbentang, Warga Desa Tenjolaut: Hatur Nuhun Ridwan Kamil

Bandung-Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat melalui Jabar Quick Response (JQR) berupaya menghadirkan kemudahan akses untuk mobilisasi

Jembatan Gantung Terbentang, Warga Desa Tenjolaut: Hatur Nuhun Ridwan Kamil
istimewa

INILAHKORAN, Bandung-Bandung-Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat melalui  Jabar Quick Response (JQR) berupaya menghadirkan kemudahan akses untuk mobilisasi warga. Hal itu tampak dengan hadirnya Jembatan gantung yang terbentang kokoh di atas Sungai Cikidang, Kabupaten Sukabumi. 

 
Dengan adanya jembatan gantung  ini, maka warga Desa  Tenjolaut, Kecamatan Cidadap tak perlu kerepotan lagi hingga basah kuyup ketika menyebrangi sungai. 
 
Koordinator Kanal Jembatan JQR, Mulla Panggabean menjelaskan, kebutuhan jembatan gantung adalah salah satu kanal aduan di JQR. Masyarakat bisa melaporkan ke website jabarq.id atau media sosial JQR jika memiki persoalan terkait kebutuhan akses jembatan untuk mobilisasi keseharian warga.
 
Baca Juga: Warga Semringah Pembangunan Jembatan Gantung Mandala Kasih Rampung

“Banyak warga melaporkan soal kebutuhan jembatan gantung di daerahnya karena terputusnya akses ekonomi, pendidikn dan pelayanan lainnya. Maka daripada itu kemudian jadi isu kemanusiaan yang wajib direspon oleh JQR,” ujar Mulla.
 
Sebelum ada jembatan, Warga Desa Tenjolaut cukup kesulitan untuk mendapatkan akses pendidikan, ekonomi, kesehatan dan lainnya, lantaran harus turun melawan derasnya aliran air sungai. Warga nekat dan bertaruh nyawa ketika menyeberangi Sungai Cikidang dengan lebar sekitar 50 meter itu. Bahkan jika aliran sungai sedang deras, akses satu-satunya Desa Tenjolaut untuk keluar masuk ke wilayah lainnya itu tak bisa dilewati. 
 
 
 
JQR sendiri melakukan  comunity development untuk setiap pelaksanaan pembangunan jembatan. Di mana dalam proses pembangunan jembatan gantung itu, tim JQR bergotong-royong  dengan warga desa. Sebab, pembangunan jembatan bukan hanya membangun infrastruktur namun juga etos yang selama ini ada di desa yakni gotong royong. 
 
“jauh hari sebelum pembangunan kami melakukan assesment dan sosialisasi sampai membentuk kelompok kerja sehingga ujungnya bukan hanya membangun infrastuktur tapi juga menghubungkan manusia dengan manusia,” imbuhnya.

Partisipasi warga dipadukan dengan tim teknis pengerjaan dapat memotong waktu pembangunan. Disamping itu, warga juga akan timbul rasa memiliki, sehingga kedepan turut  merawat jembatan yang dibangun. “Pengerjaan melalui  jasa kontraktor akan lebih lama, kunci kecepatan  adalah partisipasi masyarakat dengan tim teknis pengerjaan, disini seminggu selesai”ucapnya.  
 

Selain gotong royong dengan warga, JQR juga berkolaborasi dengan pihak swasta Bank Jabar Banten (BJB) dan Vertical Rescue Indonesia (VRI). Menurut Mulla, JQR sangat terbuka untuk berkolaborasi dengan siapa pun dan mengajak untuk bersama menuntaskan permasalahan kemanusiaan di Jawa Barat.

“Sesuai dengan amanat Gubernur Jawa Barat, untuk percepatan menyelesaikan permasalahan kemanusiaan kami harus mengedepankan cara-cara kolaborasi, selama itu urusan kemanusiaan mari kita bersama selesaikan,”ujar Mulla.

Kepala Desa Tenjolaut Soleh, mewakili warga, mengungkapkan rasa terima kasihya kepada Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. Jembatan gantung tersebut sangat penting bagi kehidupan warga Desa Tenjolaut. “Dengan jembatan ini, 1600 penduduk Desa Tenjolaut bisa menyeberang Sungai Cikidang dengan tenang, ini yang kami inginkan selama ini,”katanya.
 
Baca Juga: 20 Jembatan Gantung Dibangun di Jabar, Tersebar di Banyak Titik

Soleh mengatakan, telah lama memimpikan jembatan yang melintasi Sungai Cikidang. Pasalnya, akses utama keluar masuk desa yang berada di ujung Sukabumi Selatan itu terpotong lintasan aliran sungai. “Jika hujan deras dan sungai meluap, penduduk desa tidak bisa lewat, kini akhirnya kami bisa bahkan dengan kendaraan roda dua,”katanya. (riantonurdiansyah)
 
 


Editor : inilahkoran