Jembatan Gantung Terbentang, Warga Desa Tenjolaut: Hatur Nuhun Ridwan Kamil
Bandung-Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat melalui Jabar Quick Response (JQR) berupaya menghadirkan kemudahan akses untuk mobilisasi
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung-Bandung-Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat melalui Jabar Quick Response (JQR) berupaya menghadirkan kemudahan akses untuk mobilisasi warga. Hal itu tampak dengan hadirnya Jembatan gantung yang terbentang kokoh di atas Sungai Cikidang, Kabupaten Sukabumi.
“Banyak warga melaporkan soal kebutuhan jembatan gantung di daerahnya karena terputusnya akses ekonomi, pendidikn dan pelayanan lainnya. Maka daripada itu kemudian jadi isu kemanusiaan yang wajib direspon oleh JQR,” ujar Mulla.
Partisipasi warga dipadukan dengan tim teknis pengerjaan dapat memotong waktu pembangunan. Disamping itu, warga juga akan timbul rasa memiliki, sehingga kedepan turut merawat jembatan yang dibangun. “Pengerjaan melalui jasa kontraktor akan lebih lama, kunci kecepatan adalah partisipasi masyarakat dengan tim teknis pengerjaan, disini seminggu selesai”ucapnya.
Selain gotong royong dengan warga, JQR juga berkolaborasi dengan pihak swasta Bank Jabar Banten (BJB) dan Vertical Rescue Indonesia (VRI). Menurut Mulla, JQR sangat terbuka untuk berkolaborasi dengan siapa pun dan mengajak untuk bersama menuntaskan permasalahan kemanusiaan di Jawa Barat.
“Sesuai dengan amanat Gubernur Jawa Barat, untuk percepatan menyelesaikan permasalahan kemanusiaan kami harus mengedepankan cara-cara kolaborasi, selama itu urusan kemanusiaan mari kita bersama selesaikan,”ujar Mulla.
Kepala Desa Tenjolaut Soleh, mewakili warga, mengungkapkan rasa terima kasihya kepada Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. Jembatan gantung tersebut sangat penting bagi kehidupan warga Desa Tenjolaut. “Dengan jembatan ini, 1600 penduduk Desa Tenjolaut bisa menyeberang Sungai Cikidang dengan tenang, ini yang kami inginkan selama ini,”katanya.
Soleh mengatakan, telah lama memimpikan jembatan yang melintasi Sungai Cikidang. Pasalnya, akses utama keluar masuk desa yang berada di ujung Sukabumi Selatan itu terpotong lintasan aliran sungai. “Jika hujan deras dan sungai meluap, penduduk desa tidak bisa lewat, kini akhirnya kami bisa bahkan dengan kendaraan roda dua,”katanya. (riantonurdiansyah)
Editor : inilahkoran


