Kasus Covid-19 Melonjak, FAGI Jawa Barat Desak Pemerintah Lakukan Swab Test Acak di Sekolah
Ketua FAGI Jawa Barat IWan Hermawan menegaskan pemeriah dan Dinkes harus bergerak cepat melakukan swab test acak di sekolah
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Ketua Forum Aksi Guru Indonesia (FAGI) Jawa Barat Iwan Hermawan, mendesak agar Pemerintah Daerah dan Dinas Kesehatan untuk segera melaksanakan swab test secara acak di setiap sekolah.
Hal ini lantaran, menurut FAGI Jawa Barat kasus Covid-19 varian Omicron semakin meningkat di beberapa daerah di Jawa Barat.
"Yang harus di swab test secara acak itu para pendidik, tenaga kependidikan dan siswa-siswi di sekolah," ucap Ketua FAGI Jawa Barat Iwan Hermawan, Rabu 2 Februari 2022.
Baca Juga: Disdik Tentukan PTM di Kota Bandung Usai Evaluasi Rampung
Menurut Iwan Hermawan, apabila dari hasil tersebut ditemukan ada yang positif, maka sekolah yang bersangkutan harus ditutup dahulu selama 15 hari ke depan.
"Mungkin pembelajarannya dilaksanakan kembali melalui online atau pembelajaran jarak jauh (PJJ), dan harus diingat penerapan protokol kesehatannya tetap di jaga," ucapnya.
Dia mengatakan, varian Omicron itu sangat berbeda dengan varian lainnya, karena yang positif Omicron tidak memperlihatkan gejala apapun dan terlihat sehat seperti biasa.
Baca Juga: Waduh...Provokator Demo GMBI Berujung Kerusuhan di Polda Jabar Rupanya Karyawan BUMN
"Jadi yang varian Omicron ini bisa terdeteksi positif tidaknya pada seseorang apabila dilaksanakan swab test" ujarnya.
Selain itu, kata dia, semua guru di Jabar harus dipercepat untuk melakukan vaksin booster. Hal ini untuk menjaga kekebalan tubuh.
Sebagai catatan, vaksin ini bekerja sesuai dengan namanya, yaitu untuk meningkatkan respons kekebalan tubuh terhadap patogen tertentu setelah menerima dosis vaksin awal.
Baca Juga: Polisi Bakal Periksa Panitia Konser Tri Suaka di Taman Anggur Kukulu Subang
Pada dasarnya, ada dua skenario yang membuat seseorang membutuhkan vaksin booster untuk penyakit Covid-19, yaitu untuk memperpanjang perlindungan pasca vaksin sebagai langkah penguat dan mencegah penularan dari varian virus corona yang telah bermutasi. (Okky Adiana)
Editor : inilahkoran


