Ridwan Kamil Minta Pejabat Tidak Gelar Buka Bersama Besar-besaran

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil meminta pejabat tidak menggelar acara buka bersama secara besar-besaran.

Ridwan Kamil Minta Pejabat Tidak Gelar Buka Bersama Besar-besaran
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (kanan)
INILAHKORAN, Bandung-Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil meminta pejabat tidak menggelar acara buka bersama secara besar-besaran.
 
Larangan mengadakan buka bersama besar-besaran tersebut mengingat masih dilarangnya aktivitas yang melibatkan banyak orang selama Pandemi Covid-19 masih terjadi. 
 
Ridwan Kamil mengatakan, jika akan menggelar buka bersama diperbolehkan bilamana di level keluarga. 
 
 
"Kan dilarang yang sifatnya mengadakan acara besar begitu kalau level keluarga sendiri mungkin di rumah sendiri ya disebut bersama juga kan," ujar Ridwan Kamil yang akrab disapa Emil di Gedung Sate, Senin (4/4/2022) 
 
Saat ini, menurut Ridwan Kamil, memang serba diperbolehkan namun protokol kesehatan (Prokes) tetap harus dilakukan. Jadi tarawih berjamaah, boleh dilakukan.
 
"Saya juga tarawih di Pusdai tapi kan masker tetap dipakai kan begitu ya. Dari semua itu minimal satu aja yang tetap konsisten sebelum deklarasi endemi adalah memakai masker," katanya.
 
 
Jadi, dia meminta, setiap yang melaksanakan aktivitas mau kemana pun semua harus memakai masker.  
 
"Jadi tolong masarakat manfaatkan kebebasan ini dengan bertanggung jawab tetap boleh beribadah berjamaah. Tapi minimal tetap pakai masker ya," katanya.
 
Terkait buka bersama bagi masyarakat umum, dia mengatakan, pihaknya  proporsional saja. Namun, yang dihindari itu adalah perayaan-perayaan buka bersama secara besar-besaran. 
 
 
"Pas adzan magrib semua berkumpul dengan jumlah yang besar terus bercakap-cakap yang terjadi potensi penularan jadi itu yang harus dihindari," katanya.
 
Tapi, kata dia, kalau bisa bertanggung jawab masyarakat yang ingin berbuka bersama dengan skala kecil diperbolehkan. Saat adzan berkumandang dan sedang makan, masyarakat tak boleh banyak mengobrol harus fokus pada makan.
 
"Ngobrol mah, nanti setelah beres makan pakai masker dulu baru ngobrol dengan yang lain. Kira-kira gitu prosedurnya ya," kata Emil.
 
 
Dia menjelaskan, prosedur buka bersama adalah sebelum adzan semua harus pakai masker. Tapi setelah makan, boleh mencopot masker dan tidak bicara.
 
"Jadi melatih diri ngobrolnya ditahan selama makan, nah pakai masker baru boleh ngomong lagi. Harapannya begitu, memang tidak mudah saya tahu. Tapi namanya juga Covid harus mampu beradaptasi," katanya. (Riantonurdiansyah)***


Editor : inilahkoran