FK3I Sebut Pembangunan PLTP Geo Dipa Energi di Gunung Patuha Mengancam Satwa liar

Forum Komunikasi Kader Konservasi (FK3I) Jabar mempersoalkan kawasan hutan yang digunakan untuk pembangunan perluasan PT Geo Dipa Energi

FK3I Sebut Pembangunan PLTP Geo Dipa Energi di Gunung Patuha Mengancam Satwa liar
Forum Komunikasi Kader Konservasi (FK3I) Jabar mempersoalkan kawasan hutan yang digunakan untuk pembangunan perluasan oleh PT Geo Dipa Energi, yang berbatasan langsung dengan kawasan Cagar Alam Gunung Tilu
 
INILAHKORAN, Bandung- Forum Komunikasi Kader Konservasi (FK3I) Jabar mempersoalkan kawasan hutan yang digunakan untuk pembangunan perluasan oleh PT Geo Dipa Energi, yang berbatasan langsung dengan kawasan Cagar Alam Gunung Tilu.
 
FK3I Jabar meyakini jika perluasan oleh perusahaan panas bumi tersebut, sebagai koridor satwa liar dan tumbuhan yang dilindungi.
 
"Adanya akses dan kebisingan serta perubahan suhu akibat dari aspek pembangunan tersebut. Itu tak terelakan sudah terjadinya gangguan terhadap kawasan," kata Ketua FK3I Jabar Dedi Kurniawan, Senin 4 Maret 2022.
 
 
Dikatakan Dedi, meskipin semua perizinan telah ditempuh. Termasuk upaya untuk merekayasa hutan sedang dilakukan. Namun, hal yang dilupakan adalah ancaman terhadap keberadaan cagar alam Gunung Tilu.
 
Segala ijin yang ditempuh serta segala upaya yang sedang dilakukan dalam rangka rekayasa hutan pun saya pikir hanya saat kita melek...tanpa disadari ketika semua sudah lupa Cagar Alam Gunung Tilu Nasib nya sangat mengkhawatirkan. Disisi lain, pendekatan pragmatis dengan bungkus berbagai jalinan kerjasama dengan semua pihak, menjadi cara yang dilakukan untuk mengaburkan permasalahan lingkungan yang sebenarnya.
 
"Mereka semua harus paham dan berperilaku konservatif. Sehingga, bukan berarti semua bisa diselesaikan dengan pendekatan pragmatis," ujarnya. 
 
 
Dedi melanjutkan, pihaknya memang tidak bisa melarang siapapun untuk bersifat pragmatis. Namun, pragmatisme ini telah memudarkan puluhan tahun nilai-nilai kebersamaan yang telah dibangun oleh masyarakat.
 
"Sekarang ini menyingkirkan hal kritis dengan menggandeng yang pragmatis untuk kepentingan mereka. Ini sungguh penjajahan baru, politik adu domba dibalik bisnis energi," katanya. 
 
Seperti diketahui, sekitar 2,85 hektar lahan cagar alam Gunung Tilu, Pasirjambu, Kabupaten Bandung akan disulap menjadi proyek panas bumi, Patuha 2.
 

Hal itu dibenarkan, Project Asisten Manager Patuha 2, Aditya Rahman dilokasi pembangunan PLTP Geo Dipa di Gunung Patuha di Kecamatan Pasirjambu Kabupaten Bandung Selasa 29 Maret 2022 lalu.

Menurutnya, proyek Patuha tidak merusak ekosistem hutan, sebab pihaknya berkomitmen apa yang digunakan diganti dua kali lipatnya.

“Seperti izin pinjam pakai kawasan hutan, Saat ini kita menggunakan 2,85 hektar untuk pembangunan fet BB,” katanya.

Baca Juga: Lirik Lagu​ Tentang Rindu – Neida

“Lahan itu sudah kita ganti seluas 6,1 hektar , lokasinya di Desa Sugihmukti,” ujarnya.

Aditya membenarkan, jika hutan yang akan digunakan proyek merupakan hutan lindung. Tapi nantinya, jika hutan sudah dibuka diupayakan tidak menggangu binatang yang ada.

Bahkan jelasnya, situasinya akan dibuat se-asli mungkin, agar satwa liar masih merasa berada di tempatnya.

” Di sini ada Surili, Oa Jawa, Elang dan Macan Kumbang, Nanti kita akan buat jembatan, untuk Surili mintas," katanya. (Dani Rahmat Nugraha)***


Editor : inilahkoran