Bupati Bogor Ade Yasin Terjaring OTT KPK, Ternyata Ridwan Kamil Sudah Beri Peringatan Sejak Awal

Bupati Bogor Ade Yasin menambah panjang daftar kepala daerah di Jawa Barat terjaring OTT KPK. Bagaimana reaksi Gubernur Jabar Ridwan Kamil?

Bupati Bogor Ade Yasin Terjaring OTT KPK, Ternyata Ridwan Kamil Sudah Beri Peringatan Sejak Awal
Gubernur Jabar Ridwan Kamil saat menghadiri rapat koordinasi persiapan mudik lebaran 2022 bersama Forkopimda di Gedung Sate, Kota Bandung, Selasa (19/4/2022).
INILAHKORAN, Bandung - Bupati Bogor Ade Yasin menambah panjang daftar kepala daerah di Jawa Barat yang terjaring OTT KPK. Bagaimana reaksi Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil?
 
Ade Yasin terjaring operasi tangkap tangan (OTT) KPK di Cibinong, Bogor, Rabu 27 April 2022. Dia menambah panjang daftar kepala daerah di Jawa Barat yang berurusan dengan KPK, sesuatu yang memprihatinkan bagi Ridwan Kamil.
 
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil kerap kali mengamanatkan kepada kepala daerah untuk menjaga integritas. Termasuk kepada Ade Yasin, dia telah memberikan peringatan sejak awal. 
 
Dalam catatan, Ridwan Kamil mengingatkan kepada para aparatur agar bekerja sesuai aturan perundang-undangan dan menjaga penuh integritas. Yaitu dengan mencegah dan memberantas segala bentuk ketidakjujuran, korupsi, kolusi, nepotisme, gratifikasi, dan lain sebagainya.
 
 
"Tak bosan juga saya pesankan untuk menjaga tiga nilai utama sebagai seorang penyelenggara negara, yakni integritas, jiwa melayani sepenuh hati, dan profesionalisme. Insyaallah jika ketiga nilai dasar ini selalu dijaga, kita sebagai pimpinan daerah akan nyaman dalam bekerja, rakyat yang kita ayomi juga akan terlayani dengan sebaik- baiknya,” pesan Ridwan Kamil pada Ade Yasin saat pelantikan 30 Desember 2018 lalu.
 
Untuk mempertegas, Ridwan Kamil juga telah berupaya menegakan integritas. Itu setelah bersama 27 bupati dan wali kota se-Jawa Barat menandatangani komitmen pemberantasan korupsi terintegrasi bersama Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) beberapa waktu lalu.
 
Pemprov Jabar juga berinisiatif mengundang seluruh bupati/wali kota untuk menguatkan kembali komitmen pemberantasan korupsi di daerah. 
 
 
Mengawali tahun 2021, perlu diingatkan daerah perlu menyusun strategi pemberantasan korupsi. Terlebih ada delapan daerah yang bupati/wali kotanya baru terpilih hasil Pilkada Serentak 2020.
 
"Kami mengumpulkan semua kepala daerah sehubungan dengan selesainya pilkada, sehingga banyak kepala daerah baru yang butuh penguatan terkait strategi pemberantasan korupsi," ujarnya. 
 
Gubernur menjelaskan, Pemprov Jabar memiliki dua tugas utama dalam otonomi daerah. Pertama, urusan internal provinsi sebagai kepanjangan tangan pemerintah pusat. Kedua, bertanggung jawab membina pemkab/pemkot pemilik wilayah. 
 
Dalam pembinaan yang dilakukan atas asistensi KPK, sejauh ini ada pencapaian menggembirakan dalam upaya pemberantasan korupsi di Jabar. Namun, tidak dipungkiri tak sedikit kasus korupsi terungkap di Jabar bahkan melibatkan kepala daerah.
 
 
"Ada pencapaian yang sudah dibimbing oleh KPK, tapi di sisi lain juga kasus-kasus masih ada," katanya.
 
Sebelumnya diberitakan, KPK menangkap Bupati Bogor Ade Yasin terkait dengan kasus dugaan suap.
 
"Benar, tadi malam sampai Rabu (27/4) pagi, KPK melakukan kegiatan tangkap tangan di wilayah Jawa Barat," kata Pelaksana Tugas (Plt.) Juru Bicara KPK Ali Fikri dalam keterangannya di Jakarta, Rabu.
 
Selain Bupati Bogor, kata dia, beberapa pihak yang turut ditangkap, di antaranya dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Jawa Barat dan pihak terkait lainnya.
 

Ali mengungkapkan kegiatan tangkap tangan tersebut terkait dengan dugaan tindak pidana korupsi pemberian dan penerimaan suap.

Sesuai KUHAP, KPK mempunyai waktu 1 x 24 jam untuk menentukan status dari para pihak yang telah ditangkap tersebut.

"KPK masih memeriksa pihak-pihak yang ditangkap tersebut dan dalam waktu 1 x 24 jam, KPK segera menentukan sikap atas hasil tangkap tangan dimaksud," ucap Ali.

Sementara itu, Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron dalam keterangannya di Jakarta, Rabu, mengatakan bahwa KPK turut mengamankan sejumlah uang dan barang bukti lainnya saat melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Bupati Bogor Ade Yasin.

Baca Juga: Gegara Terjaring OTT KPK, Ade Yasin Batal Ketemu Dubes Hungaria

"Benar, KPK sedang melakukan giat tangkap tangan di wilayah Bogor, Jawa Barat, telah mengamankan beberapa pihak dari Pemerintah Kabupaten Bogor, pemeriksa BPK, dan rekanan serta sejumlah uang serta barang bukti lainnya," kata Nurul Ghufron.

Menurut Ghufron, saat ini, para pihak yang ditangkap tersebut masih menjalani pemeriksaan.

"Kami sedang melakukan pemeriksaan. Setelah selesai, nanti akan kami sampaikan detail kasusnya," ucap Ghufron. (Riantonurdiansyah)


Editor : inilahkoran