Jabar Kerahkan Psikolog Klinis Sisir Ribuan Desa
Tekanan hidup tidak selalu terlihat dari luar. Di balik aktivitas masyarakat yang berjalan seperti biasa, ada beban pikiran, kecemasan, hingga persoalan mental
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH, Bandung - Tekanan hidup tidak selalu terlihat dari luar. Di balik aktivitas masyarakat yang berjalan seperti biasa, ada beban pikiran, kecemasan, hingga persoalan mental yang kerap disimpan sendiri.
Kondisi tersebut menjadi perhatian Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Ribuan psikolog klinis didorong untuk tidak hanya menunggu masyarakat datang ke fasilitas kesehatan, tetapi bergerak langsung menyambangi warga hingga tingkat desa.
Sebanyak 5.312 desa di Jawa Barat menjadi sasaran langkah jemput bola tersebut. Pemerintah berharap layanan kesehatan jiwa dapat lebih dekat dengan masyarakat, terutama mereka yang menghadapi tekanan sosial akibat persoalan ekonomi.
Sekretaris Daerah (Sekda) Jawa Barat Herman Suryatman mengatakan, persoalan kesehatan jiwa saat ini tidak dapat hanya ditangani dengan pola pelayanan konvensional.
Menurutnya, psikolog klinis harus hadir di tengah masyarakat untuk mendeteksi lebih awal berbagai persoalan mental yang mungkin muncul.
“Psikolog klinis bukan menunggu masyarakat datang, tidak bisa. Psikolog klinis yang harus datang ke masyarakat, keliling jemput bola, makanya kompetensi psikolog klinis menjadi sangat relevan, bukan untuk mencari zona nyaman,” kata Herman, seperti dikutip dari ANTARA.
Dorongan tersebut muncul seiring masih adanya tantangan sosial ekonomi di Jawa Barat. Saat ini, angka kemiskinan tercatat sebesar 6,78 persen, sementara tingkat pengangguran terbuka mencapai 6,64 persen.
Tekanan ekonomi, kata pemerintah, dapat menjadi salah satu faktor yang memengaruhi kondisi psikologis masyarakat apabila tidak mendapatkan pendampingan yang tepat.
Karena itu, peningkatan kapasitas psikolog klinis menjadi bagian penting dalam memperkuat layanan kesehatan jiwa. Salah satunya melalui Workshop Penguatan Kompetensi Psikolog Klinis yang digelar di UPTD Pelatihan Kesehatan Dinas Kesehatan Jawa Barat.
Melalui pelatihan tersebut, tenaga psikolog diharapkan semakin siap melakukan intervensi sejak dini, terutama dalam menangani persoalan seperti depresi dan gangguan kesehatan mental lainnya di tingkat akar rumput.
Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Jawa Barat Samantha Dewi Erwan Setiawan turut mendorong penguatan peran psikolog sebagai pembimbing klinis lapangan.
Menurutnya, layanan kesehatan jiwa di puskesmas kabupaten/kota harus memiliki standar pelayanan yang tidak kalah dengan fasilitas kesehatan rujukan. (gin)
Editor : Inilahkoran

