Jadi Pionir, Cisadane Resik dan PLN Gandeng Siswa Tanam 1.100 Pohon di Sukabumi

Aktivis Lingkungan Hidup Cisadane Resik yang berhome base di Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor tidah hanya melestariakan alam di wilayahnya.

Jadi Pionir, Cisadane Resik dan PLN Gandeng Siswa Tanam 1.100 Pohon di Sukabumi

INILAHKORAN, Bogor - Aktivis Lingkungan Hidup Cisadane Resik yang berhome base di Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor tidah hanya melestariakan alam di wilayahnya.

Hari ini, mereka juga menjadi pionir penghijauan Di Kecamatan Purabaya dan Kecamatan Cikidang, Kabupaten Sukabumi.

Bersama Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 4 Purabaya, PT. PLN Persero Unit Induk Transmisi Jawa bagian Barat (UIT JBB) UPT Gandul, Camat, Kepolisian, Kamenag Kabupaten Sukabumi danperwakilan Cabang Dinas Kehutanan Wilayah 3 Provinsi Jawa Barat, mereka menanam ribuan bibit pohon.

Penghijauan di dua kecamatan tersebut bertajuk 'Transformasi Pohon di Area Ring 1 Jalur Transmisi' ini, bibit pohon yang ditanam sejumlah 1.100 batang.

"1.100 batang pohon tersebut ymterdiri dari jenis tanaman buah produktif seperti durian, alpukat, dan pala. Kegiatan penghijauan ini dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Bumi dan Hari Menanam Pohon Nasional," kata Camat Purabaya Sri Hayani kepada wartawan, Kamis, 8 Mei 2025.

Sutan Andika dari Cisadane Resik Indonesia, yang mewakili PLN dalam kegiatan ini, menyampaikan bahwa program penghijauan ini merupakan inisiatif PT PLN (Persero) untuk mengurangi dampak negatif perubahan iklim, meningkatkan kualitas lingkungan, serta mendukung pembangunan berkelanjutan.

"Selain menanam pohon pelindung, PLN juga memilih pohon produktif dengan harapan dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar di kemudian hari," ucap Sutan Andika.

Sutan Andika menambahkan bahwa aksi ini merupakan wujud nyata komitmen PLN dalam menjaga kelestarian alam. 

PLN pun menekankan pentingnya melibatkan generasi muda dalam upaya mitigasi atau mencegah kerusakan lingkungan hindup.

"Kami memilih MAN 4 Purabaya sebagai mitra adalah langkah strategis karena sekolah merupakan wadah pendidikan masa depan. Program Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL) PLN ini harus terhubung dengan sekolah-sekolah agar siswa dapat menjadi subjek aktif dalam gerakan lingkungan," tambahnya.

Kepala MAN 4 Purabaya Asep Supyadi Ramatillah menyambut baik dan mendukung penuh kegiatan ini.

Ia berharap, selain menjadi sekolah yang mendukung ketahanan pangan melalui program petani milenial, MAN 4 Purabaya juga dapat memperoleh bimbingan terkait pengolahan sampah domestik. 

"Kami berharap di kemudian hari akan muncul gerakan masyarakat peduli sampah yang digerakkan oleh para siswa dan alumni MAN 4," harap Asep Supyadi Ramatillah. (Reza Zurifwan)

 


Editor : Ahmad Sayuti