Jaga Kualitas Hewan Kurban, Padepokan Kanjeng BB di Desa Galanggang Jual 1.500 Domba Jelang Idul Adha 

Pedagang hewan kurban di Kabupaten Bandung Barat (KBB) mengaku penjualan hewan kurban di Bandung Barat belum mengalami peningkatan pada momentum Hari Raya Idul Adha 1444 Hijriyah.

Jaga Kualitas Hewan Kurban, Padepokan Kanjeng BB di Desa Galanggang Jual 1.500 Domba Jelang Idul Adha 
Pedagang hewan kurban di Kabupaten Bandung Barat (KBB) mengaku penjualan hewan kurban di Bandung Barat belum mengalami peningkatan pada momentum Hari Raya Idul Adha 1444 Hijriyah.

INILAHKORAN, Ngamprah - Pedagang hewan kurban di Kabupaten Bandung Barat (KBB) mengaku penjualan hewan kurban di Bandung Barat belum mengalami peningkatan pada momentum Hari Raya Idul Adha 1444 Hijriyah.

Padahal, kasus pandemi COVID-19 dan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) dipastikan sudah mengalami penurunan secara signifikan. 

Salah seorang pedagang hewan kurban di Kampung Neglasari RW 15, desa galanggang, Kecamatan Batujajar, KBB, H. Asep Saepul Abdas mengaku, penjualan hewan kurban jelan Idul Adha tahun ini masih sama dengan tahun kemarin dan sampai hari ini dirinya sudah menjual 1.500 ekor.

Kendati demikian, Asep tak memungkiri harga jual hewan kurban untuk domba tahun ini mengalami penurunan lantaran sempat ada kasus PMK beberapa waktu lalu.

"Jadi, sekarang banyak pembeli hewan kurban beralih ke sapi," kata Asep saat ditemui di padepokan Kanjeng BB, Kampung Neglasari RW 15, Desa Galanggang, Kecamatan Batujajar, Rabu 28 Juni 2023.

Meski begitu, jelas Asep, pihaknya tetap berupaya mengantisipasi agar hewan kurban yang dijualnya tidak tertular PMK.

"Alhamdulilah untuk di Padepokan Kanjeng BB ini tidak Pernah terserang PMK," jelasnya.

"Namun, kita tetap menjaga kebersihan kandang maupun domba dengan rutin seminggu sekali dimandikan. Termasuk, menjamin asupan pakan dan nutrisi," sambungnya.

Menurutnya, hal itu dilakukan agar daya tahan hewan kurban, khususnya domba yang dijualnya bisa tetap terjaga.

Asep menyebut, domba-dombanya didatangkan langsung dari wilayah KBB, seperti dari Gununghalu, Citalem, Cipongkor, Rancapanggung dan daerah pinggiran lainnya.

"Kandang di sini sebenarnya sebagai transit karena pola penjualannya setiap hari berputar dan langsung diambil oleh bandar-bandar untuk dijual kembali," sebutnya.

Dikatakan Asep, para bandar ini datang dari berbagai wilayah, seperti Pandeglang, Karawang, Tangerang, Bogor, Bekasi, Jakarta dan Cianjur.

"Mereka langsung mengambil dari sini dan biasanya diambil malam," tuturnya.

Lebih lanjut Asep menuturkan, untuk kisaran harga hewan kurban yang dijualnya mulai dari Rp 3 juta hingga Rp 7 juta.

"Tapi karena kita menghadapi para bandar kita jual dengan standar harga bisa jual lagi supaya cepat," tuturnya.*** (agus satia negara)


Editor : JakaPermana