Jalur Domisili SPMB Jabar 2025 Dikritik, Warganet: Kok Bisa 100 Siswa Jaraknya di Bawah 400 Meter dari Sekolah?
Di tengah penantian hasil seleksi SPMB Jabar 2025, salah satu jalur dalam seleksi tersebut dikritik, yakni Jalur Domisili.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN - Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Jabar 2025 tahap 1 telah ditutup dan tinggal menunggu hasil yang akan diumumkan pada 19 Juni 2025.
Di tengah penantian hasil seleksi SPMB Jabar 2025, salah satu jalur dalam seleksi tersebut dikritik, yakni Jalur Domisili.
Jalur Domisili yang pada tahun sebelumnya disebut Jalur Zonasi tersebut menuai kritikan dari warganet yang turut mendaftar SPMB Jabar 2025.
Seperti diketahui, Jalur Domisili adalah salah satu jalur SPMB Jabar 2025 yang mengutamakan jarak tempat tinggal calon siswa dengan sekolah tujuan.
Jalur ini diperuntukkan bagi siswa yang berdomisili di wilayah sekitar sekolah, dengan pertimbangan utama jarak terdekat dari alamat domisili yang tercantum dalam Kartu Keluarga (KK).
Jalur ini berlaku untuk SMA dan SMK negeri, dan seleksi dilakukan berdasarkan sistem zonasi tanpa mempertimbangkan nilai rapor atau prestasi akademik.
Akan tetapi, jalur ini nampaknya menuai kritikan lantaran dinilai tidak adanya transparansi, terutama mengenai titik koordinat.
Banyak warganet juga yang mengeluhkan terkait Jalur Domisili SPMB Jabar 2025 ini karena dinilai tidak masuk akal.
Beberapa keluhan tersebut terlihat dalam komentar di unggahan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, @disdikjabar.
"Yang daftar 341 kuota yang diterima 151, apakah yang 190 langsung mental yaa, orang2 rumahnya pada deket2 bgt ya sama sekolah Rata2 40 meter dari sekolah, fix mereka2 tetanggaan semua satu RT RW sepertinya.," tulis akun rdw9111.
"bs ga sih kita ngecek lokasi/titik koordinat orang lain? penasaran aja ko yg Jalur Domisili bs ada 100an siswa yg jaraknya dibawah 400m dr sekolah," tulis akun iman.santosa.
"Duh gak masuk logika, rumah pada nempel sekolah jaraknya, padahal KLO di cek di lapangan gak ada lho anak2 seumur lan yg baru mau masuk SMA. Rumah aja jarang," tulis akun makanterus_89.

Sementara itu, hingga berita ini ditulis belum ada tanggapan dari pihak terkait mengenai kritikan terhadap Jalur Domisili ini.
Editor : Firda Rachmawati


