Foto Konsep Comeback Hearts2hearts Dituduh Meniru Tren Purikura Jepang
Saat ini netizen Jepang menuduh bahwa foto konsep girl grup Hearts2hearts telah sengaja menitu foto purikura Jepang.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Girl grup bungsu SM, Hearts2hearts saat ini telah mengunggah Foto Konsep terbaru untuk comeback mereka.
Namun Hearts2hearts menjadi pusat reaksi online yang tak terduga setelah merilis gambar teaser yang bergaya seperti stiker photo booth vintage yang juga dikenal sebagai Purikura di Jepang.
Netizen Jepang kini telah menyatakan kemarahan, mengklaim bahwa Korea Meniru tren yang berasal dari Jepang.
Kontroversi itu mencuat di media sosial tak lama setelah Foto teaser Hearts2hearts itu diunggah, dengan akun resminya menerima banjir cuitan kutipan dan komentar kritis dari pengguna Jepang.
Banyak yang berpendapat bahwa bilik Foto stiker adalah produk budaya Jepang yang unik, mempertanyakan mengapa artis Korea menggunakan visual yang serupa.
Namun, netizen Korea dengan cepat membalasnya. Forum populer Theqoo melihat gelombang tanggapan yang menentang klaim bahwa Korea Meniru Jepang.
Beberapa komentar yang mendapat suara terbanyak meliputi: "Namun, negara kita juga mengalami hal itu di tahun 90-an. Apakah mereka bercanda?"
"Rasa rendah diri itu gila," "Kenapa mereka seperti itu," "Tapi kakakku orang tahun '89 dan dia juga biasa minum banyak minuman itu waktu masih sekolah dasar?"
"Kami juga mengambil Foto stiker di Korea~!!!!! Itu muncul di tahun 90an, mengapa kami harus Meniru Anda? ㅋㅋㅋㅋㅋㅋㅋㅋㅋㅋㅋ."
"Tidak, tapi itu bukan dari Jepang….," "Tapi editing Purikura Anda berbeda dari kami…?"
Para penggemar berpendapat bahwa bilik Foto stiker juga banyak digunakan di Korea selama akhir tahun 90-an dan awal tahun 2000-an, dan bahwa penggunaannya dalam teaser tersebut mencerminkan estetika Y2K yang penuh nostalgia, bukan perampasan budaya.
Meskipun mendapat reaksi keras, kontroversi tersebut mungkin membuat Hearts2hearts lebih dikenal daripada sebelumnya.***
Editor : Irma Nurfajri


