Jangan Jadi Suami Durhaka, Pesan Buya Yahya: Diskusikan Ini Sebelum Nikah

Buya Yahya menjelaskan bahwa suami yang hebat adalah mereka yang mampu memberi contoh dan mengajari istrinya supaya berbakti terhadap mertua

Jangan Jadi Suami Durhaka, Pesan Buya Yahya: Diskusikan Ini Sebelum Nikah
Jangan Jadi Suami Durhaka, Pesan Buya Yahya: Diskusikan Ini Sebelum Nikah

INILAHKORAN, Bandung- Suami bisa menjadi durhaka terhadap istri apabila tidak memenuhi kewajibannya mencari nafkah.

Lalu suami akan menjadi durhaka jika tidak mengajari, mendidik, dan meminta istri untuk tidak menghomarti keluarganya, kata Buya Yahya.

Dikutip dari Al-Bahjah TV, ia menjelaskan bahwa suami yang hebat adalah mereka yang mampu memberi contoh dan mengajari istrinya supaya berbakti terhadap mertuanya.

Baca Juga: Fly Over dan Terminal Jadi Solusi Jangka Panjang Urai Kemacetan di Simpang Ciawi

“Salah besar jika suami malah melarang kamu bertemu orang tuanya sendiri,” jelas Buya Yahya.

Karena setelah menikah, perintah suami adalah nomor 1 bagi istri. Ia harus menuruti segala permintaan suami selagi hal tersebut baik.

Caranya suami harus menasihati bahwa istri harus meminta izin terlebih dahulu jika ingin bepergian, tapi untuk urusan orang tua, bebaskan.

“Biarkan dia tetap berbakti kepada orang tuanya, yang melahirkan dan merawatnya,” lanjutnya.

Baca Juga: Mawar AFI Tak Kuasa Tahan Air Mata Saat Ceritakan Perjuangannya Jadi IRT: Dua Anak Saya Lahir Belum Waktunya

Suami juga tidak boleh lupa, perempuan itu bukan berasal dari tempat sampah yang sengaja dipungut lalu dijadikan istri.

Ia memiliki orang tua yang harus dihormati dengan memberikan kasih sayang, berupa perjumpaan atau bisa sedikit membantu perekonomian, menurut Buya.

Maka suami yang setelah menikah tetap membebaskan istri bertemu orang tuanya adalah suami hebat dan Allah menjamin surga untuknya.

Baca Juga: Cari Potensi Sumber Air Baku, Tirta Pakuan Telusuri Kalibaru

Suami durhaka terhadap istri bisa dihindari dengan cara mendiskusikan sebelum menikah terkait masalah-masalah sensitif lainnya, seperti kebebasan bertemu orang tua.***(Lia Kamilah)


Editor : inilahkoran