Jangan Samakan Pilpres dengan Perang!

 "Jangan samakan pilpres dengan perang, apalagi Perang Badar. Bahaya kalau sampai persepsi seperti ini tertanam dalam pemahaman masyarakat," kata Ustadz Badruziaman, salah seorang tokoh agama di

Jangan Samakan Pilpres dengan Perang!
Sandiaga Uno mencium tangan Ma'aruf Amin dalam acara Debat Cawapres, beberapa waktu lalu
INILAH, Pandeglang-  "Jangan samakan pilpres dengan perang, apalagi Perang Badar. Bahaya kalau sampai persepsi seperti ini tertanam dalam pemahaman masyarakat," kata Ustadz Badruziaman, salah seorang tokoh agama di Kabupaten Pandeglang.
 
Saat ditemui, Minggu (24/3), ia mengharapkan para elit agar menyampaikan pernyataan yang menyejukkan pada masyarakat terkait pilpres.
 
"Silakan mengajak masyarakat untuk memilih salah satu pasangan calon. Sampaikan saja siapa calon yang didukungnya itu, apa programnya. Masyarakat sudah pintar kok," katanya.
 
Ia mengharapkan, agar kata "perang" itu jangan digunakan, karena khawatir ada kesalahan faham pada masyarakat yang mendengarnya.
 
Ketum PAN Zulkifli Hasan sebelumnya juga menyatakan bahwa pilpres bukanlah Perang Badar, dan mengajak masyarakat untuk menghormati pilihan pada pilpres yang akan digelar 17 April 2019 itu.
 
"Pilpres bukan Perang Badar, tapi kegiatan lima tahunan untuk memilih pemimpin bangsa, dan ajang untuk berlomba-lomba dalam kebaikan," kata Zulkifli yang juga Ketua MPR RI itu.
 
Sementara calon wakil presiden nomor urut 01 KH Ma'ruf Amin menyatakan pemilihan presiden bukan sebuah perang, tapi ajang untuk mencari pemimpin terbaik bagi bangsa Indonesia.
 
"Pilpres itu bukan perang akan tetapi mencari pemimpin terbaik dari bangsa. Pemimpin itu harus menjaga agama dan membangun kemakmuran untuk rakyat seluruhnya," katanya dalam sambutannya pada acara peringatan Hari Lahir Ke-96 Nahdlatul Ulama di
Lapangan Lapas Anak Pria, Kota Tangerang, Sabtu (23/3)


Editor : inilahkoran