Jangan Sampai Kamu Termasuk Golongan Orang Istidraj yang Dicuekin Allah, Ustadz Hanan Attaki Jelaskan Ini

Jangan Sampai Kamu Termasuk Golongan Orang Istidraj yang Dicuekin Allah, Ustadz Hanan Attaki Jelaskan Ini. Gegini ciri-cirinya

Jangan Sampai Kamu Termasuk Golongan Orang Istidraj yang Dicuekin Allah, Ustadz Hanan Attaki Jelaskan Ini
Jangan Sampai Kamu Termasuk Golongan Orang Istidraj yang Dicuekin Allah, Ustadz Hanan Attaki Jelaskan Ini

INILAHKORAN, Bandung- Banyak kita temui hari ini kesuksesan begitu mudah didapatkan oleh seseorang yang tidak beriman kepada Allah SWT.

Dunia seolah berada dalam genggaman mereka, mudah ditaklukan dengan cara apapun. Orang seperti itu biasa disebut Al-Quran dengan istilah istidraj.

Lalu seperti apa saja ciri istidraj?

Seperti disampaikan Ustadz Hanan Attaki dalam Instagram shiftmedia.id bahwa Al-Quran menyampaikan sanas tadrijuhum min haitsu laa ya’lamun.

Baca Juga: Berdiri Tanpa Izin, Indonesia Power Laporkan Ponpes Alam Maroko ke MUI Jabar

“Ini dikenal dengan istilah istidraj, ciri istidraj itu Allah udah sampai ditahap membiarkan atau nyuekin dia,” ucap Ustadz Hanan Attaki.

Ciri istidraj terlihat dari mudahnya menaklukan dunia padahal ia tidak beriman. Dan itu adalah paling bahaya dalam hidup seorang hamba.

Tidak adil memang rasanya bagi orang yang berikhtiar dan berdoa sepanjang waktu untuk memperoleh kesuksesan dari Allah, tapi seharusnya ia bahagia.

Baca Juga: Ngenes....Cerita Dua Wanita Rebutan Suami yang Berujung di PN Bandung

“Kalo Allah masih sayang sama hambaNya, ketika salah Allah tegur. Tapi untuk orang istidraj itu enggak, Allah biarin aja,” lanjutnya.

Biasanya Allah menegur seorang hamba yang beriman dengan ujian, supaya di insyaf dan balik lagi ke jalan Allah.

“Tapi sebenarnya orang diberi ujian tersebut yang seharusnya bahagia, kesuksesan tidak mudah Allah berikan karena Allah masih menyayanginya,” lanjutnya lagi.

Baca Juga: BKPSDM Cirebon: Penghapusan Tenaga Honorer Belum Jelas

Sesungguhnya sangat merugi seorang hamba Allah jika tidak beri ujian kehidupan untuk meningkatkan kualitas keimanannya.***(Lia Kamilah)


Editor : inilahkoran