Jelang Ramadan, Harga Minyak Goreng Masih Tak Bersahabat di Dompet Emak-emak
Harga minyak goreng curah dan kemasan di pasar tradisional dan modern di Kabupaten Bandung masih relatif mahal.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Harga minyak goreng curah dan kemasan di pasar tradisional dan modern di Kabupaten Bandung masih relatif mahal. Akibatnya, meski pasokan melimpah, warga tetap saja kesulitan untuk memenuhi kebutuhannya.
Salah seorang warga di Pasar Soreang, Nurhayati (45) mengaku berat jika harus membeli minyak goreng kemasan seharga Rp48-50 ribu per 2 liter. Sedangkan, harga minyak goreng curah harus dibeli seharga Rp25 ribu per kilogram.
Dia mengaku, kebutuhan minyak goreng setiap harinya rata-rata mencapai 2 liter. Di pasar modern, dia menyebutkan harga minyak goreng pun tak bersahabat dengan isi dompetnya.
Baca Juga: Jelang Ramadan, Lima Brand Fesyen Berkolaborasi di Friendship Festival
"Saya pedagang bubur ayam, kebutuhan minyak goreng untuk menggoreng kerupuk, ayam dan lainnya itu sekitar 2 liter. Nah kalau harga minyak goreng mahal seperti ini tentu kami repot, soalnya sebagai pedagang makanan enggak bisa menaikan harga jual sembarangan. Nanti bisa kabur semua langganan saya," kata Nurhayati saat belanja di Pasar Soreang, Senin 28 Maret 2022.
Hal senada dikatakan, Rubiah (55) pedagang gorengan ini rata-rata per hari membutuhkan 5 liter minyak goreng. Semenjak ada kenaikan beberapa bulan terakhir ini, dia jadi kesulitan menjual dagangannya. Sebab, untuk menaikkan harga jual sangat tidak mungkin, namun di sisi lain biaya produksi gorengan sulit ditekan. Tak ada jalan lain untuk menyiasatinya, kecuali libur tak berdagang.
"Kalau harganya sudah tidak masuk akal, ya terpaksa saya libur dagangnya. Soalnya enggak ada jalan keluar lainnya, kalau menaikan harga jual juga enggak mungkin lah," ujarnya.
Baca Juga: Flyover Kiaracondong Buah Batu Segera Dibangun, Kini Mulai Tahap Pembebasan Lahan
Sementara itu, salah seorang pedagang di Pasar Soreang, Cyntia (26) mengatakan selain harga minyak goreng beberapa komoditas lainnya pun mulai merangkak naik. Seperti gula pasir dari sebelumnya Rp14 ribu sekarang Rp16 ribu per kilogram. Kemudian, cabai, bawang merah, bawang putih rata-rata naik sekitar 10 persen dari sebelumnya.
"Nah, yang lonjakannya tinggi itu jengkol, dari biasanya cuma Rp20 ribu sekarang saya jual jengkol Rp65 ribu per kilogramnya. Beberapa barang lainnya juga naik sejak sepekan terakhir," ujarnya. (Dani R Nugraha)
Editor : inilahkoran


