Jennie BLACKPINK Dimaafkan Setelah Merokok Dalam Ruangan, Netizen Pertanyakan Skandalnya
Seorang netizen pertanyakan skandal Jennie BLACKPINK karena dia dinilai terlalu mudah dimaafkan publik setelah ketahuan merokok dalam ruangan.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
inilahkoran - Meski telah dua hari berlalu, video Jennie BLACKPINK Merokok Dalam ruangan tetap menjadi viral.
Tepat setelah video Jennie BLACKPINK yang sedang Merokok Vaping di Dalam ruangan menjadi viral pada 8 Juli 2024, seorang Netizen menarik perhatian dengan unggahan yang mengomentari rapper BLACKPINK tersebut.
"Mengenai Jennie, menurutku menarik bahwa dia tampaknya menerima lebih sedikit kritik dibandingkan dengan idola lainnya...," komentarnya.
"Rasanya publik selalu bersikap lunak padanya. Dia benar-benar idola yang beruntung," tulis pengguna di X tersebut.
Pengguna tersebut juga mencantumkan Kontroversi yang dihadapi Jennie BLACKPINK, termasuk Vaping di Dalam ruangan, dituduh melakukan Bullying oleh teman sekelas lama, dan berkencan dengan Kai EXO, G-Dragon BIGBANG, dan V BTS.
Postingan itu tidak istimewa, tetapi secara mengejutkan mendapat lebih dari 3,9 juta tampilan dalam dua hari.
Postingan itu juga memicu perdebatan sengit di kalangan Netizen lainnya.
Di samping menyetujui pendapat, poster tersebut juga banyak dikritik karena bersikap tidak adil terhadap Jennie BLACKPINK, terutama menekankan bahwa berkencan bukanlah alasan untuk mengutuknya.
Netizen berkomentar: “mengapa dia harus dikritik karena hal ketiga? Bu, minum obatmu.”
“Tidak percaya postingan seperti ini mendapat ribuan like. Jelas gadis ini memanfaatkan kesempatan untuk membenci Jennie. Mengkritiknya karena Vaping di Dalam ruangan dapat dimengerti, tetapi apakah Anda benar-benar menyerangnya atas beberapa rumor Kencan yang belum dikonfirmasi?”.
“Dia jelas salah karena Vaping di Dalam ruangan, tetapi bukankah tidak masuk akal untuk mengatakan dia mendapat lebih sedikit kritik daripada idola lainnya? Jennie masih menghadapi serangan dari postingan kebencian di situs komunitas, meskipun telah aktif di K-Pop selama bertahun-tahun.”
“Vaping mengecewakan, tetapi perundungan di sekolah hanyalah rumor. Siapa korbannya? Harap berikan sumber yang akurat, jangan hanya memposting klaim yang tidak berdasar.”
“Orang-orang jelas iri dengan orang-orang yang sukses. Tentu saja, Vaping di Dalam ruangan dan meniupkan asap ke rumah penata gaya adalah kesalahan”.
Tidak jelas apakah Jennie BLACKPINK lebih difavoritkan dibanding idol lainnya, namun faktanya idol kelahiran 1996 ini kerap menjadi perbincangan hangat di media sosial maupun media dengan nada negatif.
Pada paruh pertama tahun 2024 saja, Jennie BLACKPINK sudah dikritik Netizen tak kurang dari lima kali.
Pada bulan Mei, dia dikritik karena pilihannya mengenakan gaun Alaïa biru di Met Gala, yang dianggap menonjolkan kekurangannya dan tidak menonjol seperti selebritas Barat.
Dia juga memicu Kontroversi karena mengenakan gaun pendek di sebuah acara pada awal Juli.
Pada bulan Juni, dia dikritik karena berkolaborasi dengan Zico, seorang rapper yang diduga mengetahui Skandal Burning Sun sebelum terungkap.
Pada bulan Juli, Netizen mengecam Jennie BLACKPINK karena berfoto dengan Edison Chen.
Jennie BLACKPINK juga menjadi bahan tertawaan karena memenangkan Aktris Terbaik dalam Serial Internasional di SEC Awards 2024 di Brasil untuk perannya dalam 'The Idol'.
Setelah video dirinya sedang Vaping di Dalam ruangan bocor, pada tanggal 9 Juli 2024, OA Entertainment, atas nama Jennie BLACKPINK, mengakui kesalahannya, meminta maaf, dan menjanjikan perubahan positif di masa mendatang.
Penanganannya tidak memuaskan publik. Media sosial melihat lebih banyak pertentangan terhadap sang idola.
"Saya pikir dia akan meminta maaf sendiri tetapi perusahaan melakukannya lagi atas namanya. Apakah dia bangsawan atau semacamnya?".
"Apakah dia memilih untuk merusak citranya? Dia dengan berani memposting dirinya sedang Vaping di Dalam ruangan di vlognya".
"Citranya langsung hancur", "Jennie seharusnya meminta maaf secara pribadi", "Saya rasa dia tidak terlalu peduli dengan masalah ini".***
Editor : Irma Nurfajri


