Jennie BLACKPINK Ungkap Kisah Masa Kecilnya dengan Ibunya, Netizen: Sungguh Menyedihkan

Jennie BLACKPINK hidup dan tumbuh sendirian saat kecil di Selandia Baru saat umur 10 hingga 14 tahun.

Jennie BLACKPINK Ungkap Kisah Masa Kecilnya dengan Ibunya, Netizen: Sungguh Menyedihkan
Jennie BLACKPINK hidup sendiri di Selandia Baru saat umur 10 tahun tanpa ibunya.

INILAHKORAN, Bandung - Saat ini semua penggemar pasti mengetahui bagaimana Jennie BLACKPINK Kecil tumbuh menjadi sukses seperti saat ini.

Di balik cahaya yang menyilaukan dan ketenaran global, baru-baru ini Jennie BLACKPINK telah membawa sebuah kisah yang selama ini dia rahasiakan.

Dalam penampilan terbarunya, Jennie BLACKPINK membuka masa lalunya dengan keterbukaan yang langka, membuat banyak pemirsa meneteskan air mata dengan kata-katanya yang menyentuh hati, khususnya tentang Ibunya.

Meskipun banyak yang mengingat ucapannya yang penuh air mata, "I love you, Mom" ​​di atas panggung Coachella 2025 sebagai penghormatan yang menyentuh, hanya sedikit yang memahami makna di balik momen itu.

Seperti yang diungkapkan Jennie BLACKPINK, kekuatan pendorong di balik usahanya yang tak kenal lelah dan pencapaian globalnya selalu berupa keinginan yang sederhana namun kuat: untuk membuat Ibunya bangga.

Jennie BLACKPINK menjelaskan bahwa meskipun publik terpesona dengan keluarganya, hubungan mereka tidaklah luar biasa, itu hanya "ikatan ibu-anak yang normal." Akan tetapi, kisah mereka jauh dari kata biasa.

Pada usia 10 tahun, Jennie BLACKPINK meninggalkan Korea Selatan menuju Selandia Baru untuk belajar di luar negeri.

Ibunya menemaninya selama dua bulan pertama, tetapi Jennie BLACKPINK segera harus melanjutkan kehidupannya di rumah singgah Sendirian.

Apa yang dimulai sebagai upaya untuk belajar bahasa Inggris dengan cepat berubah menjadi pelajaran intensif tentang kemandirian, adaptasi, dan pertumbuhan emosional.

Kesepian karena menjadi anak di negara asing, tanpa keluarga dan dalam bahasa baru, meninggalkan bekas yang membekas dalam dirinya.

Namun, hal itu juga menanam benih ketahanan yang akan membentuk kebangkitannya di industri K-Pop.

Pada usia 14 tahun, Jennie BLACKPINK telah kembali ke Korea sendiri, bertekad untuk mengejar mimpinya di bidang musik.

Dia mengikuti audisi untuk YG Entertainment dan diterima, yang membuatnya berada di jalur untuk debut sebagai member BLACKPINK.

Perjalanannya dari seorang gadis muda yang mengiris bawang dalam sebuah dokumenter, bermain game dengan teman-teman Selandia Baru, hingga tampil di panggung terbesar di dunia telah menjadi legenda K-Pop modern.

Meskipun telah bertransformasi menjadi bintang dunia, hubungan terpenting Jennie BLACKPINK tetaplah hubungan dengan Ibunya.

Dia berbagi cerita bahwa setelah melihat video Ibunya menangis di antara penonton, dia tidak dapat menahan emosinya sendiri. 

“Ketika saya melihatnya menangis di video itu, saya pun ikut menangis, tanpa menyadarinya.”

Itu adalah momen keterhubungan yang menyakitkan antara seorang ibu dan anak perempuan yang telah melewati jarak, pengorbanan, dan tekanan bersama.

Air matanya bukan sekadar reaksi, melainkan pelepasan dari tahun-tahun kesunyian, pertumbuhan, dan kerinduan.

Setelah siaran tersebut, komentar-komentar daring mengalir deras yang mengungkapkan empati dan kekaguman atas pengakuan jujur ​​Jennie BLACKPINK.

Berikut ini adalah beberapa reaksi paling menonjol dari netizen Korea:

"Dia pasti telah melalui begitu banyak hal di usia yang begitu muda," "Dia sama seperti Ibunya."

"Sama seperti Jennie, atau seperti dokter atau pembawa berita, jika Anda melihat potensi pertumbuhan dan memiliki sumber daya untuk mendukung mereka, itu pertanda kemampuan. Namun, jika anak belum mampu, dan orang tua bertindak berlebihan, menekan mereka terlalu keras, itu hanyalah keserakahan murni dari orang tua."

"Sungguh menyedihkan. Beberapa orang tua masih menyekolahkan anak-anak mereka di luar negeri tanpa memahami betapa berbahayanya hal itu. Meskipun anak-anak mungkin tampak baik-baik saja, mereka yang belajar di luar negeri sering kali berakhir dengan keadaan yang agak hancur dalam prosesnya."

"Bukan karena masa kecilnya menyedihkan, dia justru tumbuh di lingkungan yang istimewa. Saat ini, anak-anak sudah biasa belajar di luar negeri sejak usia muda. Bahkan anak-anak Lee Jae Yong pergi ke AS saat mereka masih Kecil apakah itu berarti mereka memiliki masa Kecil yang menyedihkan? Orang tua mengirim anak-anak mereka ke luar negeri untuk membantu mereka merasakan dunia yang lebih luas."

Kisah Jennie BLACKPINK menjadi pengingat kuat bahwa di balik setiap idola yang hebat, ada manusia dengan perjuangan, pengorbanan, dan motivasi pribadinya sendiri.

Pesannya yang menyentuh hati tentang Ibunya menawarkan sekilas gambaran tentang kerentanan dan kekuatan yang hidup berdampingan dalam dirinya.***


Editor : Irma Nurfajri