Job Fair 2025 KBB Diminati, Ribuan Orang Rela Antre untuk Melamar Pekerjaan
Panasnya terik matahari tak dihiraukan ribuan pencari kerja yang mencari peruntungan di bursa kerja atau Job Fair 2025 yang diinisiasi Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Bandung Barat (KBB).
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Ngamprah - Panasnya terik matahari tak dihiraukan ribuan pencari kerja yang mencari peruntungan di bursa kerja atau Job Fair 2025 yang diinisiasi Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Bandung Barat (KBB).
Mereka rela antre agar bisa masuk ke ruangan utama untuk memasukan lamaran ke berbagai perusahaan. Padahal, pantauan di lokasi terdapat 10 barcode berisi 72 perusahaan yang terpasang di kawasan Wisma Shalom yang berlokasi di Jalan Kolonel Masturi No 583, Desa Jambudipa, Kecamatan Cisarua, KBB tempat pelaksanaan Job Fair 2025.
"Alhamdulillah hari ini kita melaksanakan Job Fair 2025 Kabupaten Bandung Barat. Namun, untuk tahun ini kita gelar selama satu hari, kalau sebelumnya itu dua hari karena dulu disupport Kementerian Tenaga Kerja," kata Kepala Disnakertrans KBB Hasanuddin saat ditemui di sela kegiatan, Selasa 17 Juni 2025.
"Tapi kalau tahun ini kegiatan Job Fair dibiayai murni dari APBD KBB," ucapnya.
Hasanuddin menyebut, lowongan kerja yang tersedia dalam Job Fair 2025 ini sebanyak 4.321 dengan melibatkan 72 perusahaan.
"Untuk lowongan pekerjaannya dari dalam dan luar negeri," sebutnya.
Tahun lalu, kata Hasanuddin, lantaran event Job Fair KBB ini dilaksanakan selama dua hari animo para pencari kerja yang mendaftar mencapai 12.000 orang.
Sedangkan, pada 2025 ini berdasarkan scan barcode yang pihaknya sebarkan melalui platform media sosial, jumlah pencari kerja yang mendaftar sebanyak 4.000 orang sampai hari kemarin.
"Nah ini yang datang, itu ada sekitar 6.000 pelamar. Namun, alhamdulillah semua berjalan aman dan loker tahun ini lebih banyak dari tahun sebelumnya," ujarnya.
Menurutnya, banyaknya pencari kerja yang datang ke Job Fair 2025 KBB ini juga bertepatan dengan momen kelulusan anak sekolah di jenjang SMA/SMK/MA.
"Kemarin kan baru hari kelulusan dan hampir 28.000 lulusan SMA/SMK/MA. Jadi karena fresh graduate, mereka masih semangat untuk mencari kerja," tuturnya.
Kemudian, sambung Hasanuddin, untuk penempatan kerja di luar negeri terdapat lowongan kerja sebanyak 1.281 yang dibuka oleh Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia atau BP2MI, sehingga dipastikan legal dan bukan dari sumber abal-abal.
"Untuk Job Fair di luar negeri lowongan kerja dibuka di Taiwan, Singapura dan Eropa, jadi mereka tinggal memilih mau dimana ditempatkan," jelasnya.
Untuk bisa bekerja di luar negeri, ungkap Hasanuddin, bakal diberangkatkan oleh perusahaan resmi yang nanti mendapatkan izin untuk merekrut termasuk untuk di Bandung Barat.
"Nanti, izin dari perusahaan untuk merekrut pekerja yang disebut Sistem Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (SP2MI) kami sebar untuk masyarakat Bandung Barat. Jadi silahkan bagi yang berminat dan tidak kami batasi," ungkapnya.
Namun, tegas Hasanuddin, hal terpenting bagi pihaknya itu adalah perlindungan, bukan penempatan. "Kalau kami selalu berpikir perlindungan bukan penempatan, karena kalau penempatan ilegal pun bisa tapi tidak ada perlindungan," tegasnya.
Salah seorang pelamar dari kalangan Gen Z asal Batujajar, Kabupaten Bandung Barat, Salsabila Septiani (19) mengaku baru pertama kali ikut bursa kerja. Dirinya mengetahui adanya job fair ini dari temannya.
"Ini baru pertama kali ikut job fair, dikasih tahu saman temen. Tadi datang jam 7-an langsung antre lumayan panjang," tutur Salsabila.
Sejak lulus dari sekolah kejuruan tahun 2024 jurusan Rekayasa Perangkat Lunak (RPL), Salsabila mengaku merasakan begitu sulitnya mencari pekerjaan sekarang ini. Sudah ada sekitar 10 perusahaan yang ia kirimi lamaran pekerjaan, namun belum ada satu pun yang memanggilnya.
"Kalau melamar udah mungkin sekitar 10 perusahaan, tapi belum rezekinya. Lagi susah mungkin cari pekerjaan," ucap Salsabila.
Sehingga ia berharap di momen job fair ini menjadi jalannya untuk mendapatkan pekerjaan. "Kalau yang udah disiapkan 3 berkas, tapi ada juga yang buat online. Mudah-mudahan di sini rezekinya, bisa langsung dapat pekerjaan," ujar Salsabila.
Rama Rahmatulloh (42), pencari kerja lainnya asal Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat juga mengaku baru pertama kali mengikuti job fair. Ia terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) dari perusahaan sebelumnya.
"Saya terkena PHK awal Juni ini dari perusahaan. Kemudian dapat info dari media sosial ada job fair, saya langsung ikutan pertama kali," kata dia.
Di usia yang sudah tidak muda lagi, Rama mengaku sulit mencari pekerjaan hanya berbekal pengalaman. Namun ia bisa sedikit berharap dengan terbirnya Surat Edaran (SE) Menteri Ketenagakerjaan Nomor M/6/HK.04/V/2025 tentang Larangan Diskriminasi dalam Proses Rekrutmen Tenaga Kerja yang menghapus syarat batas usia kerja dalam lowongan pekerjaan.
"Mudah-mudahan job fair ini bisa jadi jalan saya untuk dapat pekerjaan lagi. Karena bagi saya kan sekarang kendalanya usia juga, dan mudah-mudahan yanh penghapusan syarat batas usia kerja diimplementasikan," katanya.
Editor : Doni Ramdhani


