Jobstart Diklaim Menjadi Solusi Pengangguran di KBB
Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Bandung Barat optimis tuntaskan angka pengangguran di KBB. Salah satunya dengan menyelenggarakan Jobstart yang diklaim menjadi solusi.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH, Ngamprah- Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Bandung Barat optimis tuntaskan angka pengangguran di KBB. Salah satunya dengan menyelenggarakan Jobstart yang diklaim menjadi solusi.
"Jobstart merupakan salah satu solusi dari pemda KBB untuk membuka ruang bagi para pencari kerja khususnya di Kabupaten Bandung Barat. Kita sudah realisasikan melalui Disnaker yang sudah melakukan MoU dengan beberapa kementrian pusat," ungkapnya pada wartawan usai membuka Employers Forum Bandung Barat di Mason Pine Hotel, Padalarang, Selasa (11/2/2020).
Menurutnya, banyak para pengusaha yang hadir dalam acara Jobstart tersebut, program Smart Bandung yang rencananya akan dilanjutkan bersamaan dengan pembukaan Asian Development Bank (ADB).
"Intinya bagaimana kita bisa mengurangi pengangguran di KBB. Setiap tahun pengangguran di KBB berkurang dan ada datanya," jelasnya.
Umbara mengaku sudah melakukan kontrol setiap tahunnya jntuk mengurangi kemiskinan di KBB. "Kita juga sudah diskusi bagaimana mengurangi kemiskinan dan pengangguran," ujarnya.
Umbara menambahkan, pemda selalu hadir dalam segala hal, akan tetapi pemda juga membutuhkan bantuan, baik dari provinsi maupun dari investor.
"APBD kita tidak akan cukup untuk menuntaskan masalah pengangguran ini, karena APBD banyaknya untuk masyarakat untuk infrastruktur dan pelayanan masyarakat," ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Bandung Barat, Iing Solihin mengaku, pihaknya dipercaya Bapenas karena dinilai layak untuk mendapat bantuan baik data lowongan pekerjaan (Job Vacation) ataupun pencari kerja (Job Seeker).
"Pasca kegiatan Jobstart ini, kita akan menjual program ke Asian Development Bank (ADB) yang mulai dilaksanakan bulan Maret mendatang," ujarnya.
Iing menjelaskan, untuk jenis pekerjaan yang ditawarkan mulai dari industri maupun wirausaha baru. Selain itu, potensi seperti pertanian, pariwisata dan jasa juga masuk dalam jenis pekerjaan yang ditawarkan.
"Untuk merekrut pekerja sendiri kita lakukan bertahap, dari ADB semua ada 400 orang, tahap pertama itu 100 dan pada saat pendaftaran kita akan lakukan seleksi sesuai dengan persyaratan yang ditentukan," jelasnya.
Iing menuturkan, untuk pencari kerja di KBB sudah ada 35 ribu lebih sesuai dengan nama dan alamatnya. Selain itu, ada 17 ribu pencari kerja yang siap ditempatkan di luar negeri dengan sistem yang telah disiapkan.
"Mudah-mudahan pengangguran di Bandung Barat terus menurun dengan berbagai macam cara. Kita bisa mengentaskan pengangguran tidak hanya dengan APBD, namun bisa dengan anggaran dari luar baik APBN maupun sponsor," tandasnya (agus sn). (Agus RN)
Editor : JakaPermana


